Lihat ke Halaman Asli

Harry Ramdhani

TERVERIFIKASI

Immaterial Worker

Welbz

Diperbarui: 19 Juni 2018   09:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi (omar momani cartoons)

Sudah menit ke-80 dan Inggris tertinggal satu gol dari Tunisia. Harapan untuk tidak seperti mengapung di udara. Semua; lapangan, bola dan kehendak Tuhan berhenti digagalnya serangan Inggris menembus barisan pertahanan Tunisia.

Tapi masih ada opsi terakhir: menambah satu penyerang lagi. Ya. Ini adalah satu-satunya yang terakhir. Jatah dua kali mengganti sudah dipakai. Satu untuk mengganti bek kanan yang cidera dan satu lainnya mengganti gelandang bertahan dengan gelandang serang. Dan sampai pada menit ke-80 tidak menghasilkan apa-apa.

Welbz diminta mengganti baju latihannya. Semua cara dan pesan nampaknya sudah pelatih sampaikan kepada pemain. Strategi dan taktik yang ada di buku catatan juga sudah pelatih keluarkan.

"Masuk lewat sisi kiri pertahanan Tunisia. Berusaha semaksimal mungkin. Semua halal bagi penyerang untuk bisa mencetak gol. Cetak satu gol dan akhiri pertandingan ini," kata pelatih kepada Welbz.

***

Keributan terjadi di media sosial. Pendukung antar klub EPL saling cela kepada pemain Inggris yang menjadi lawan mereka. Bagi mereka, karena pemain ini Inggris jadi sial. Sedangkan bagi yang lain, lebih baik main kompetisi 17an daripada membela timnas.

Cacian itu cacian paling mengerikan dari dua orang Samurai tengah bertarung mempertahankan kekuasaan. Setiap umpatan yang keluar seperti darah yang muncrat dari pelipis ataupun kulit lengan.

Kebencian yang mendarah, kemarahan yang mendaging kepada tim EPL tidak surut. Semakin melihat permainan Inggris, sumbu itu seperti dibakar lagi.

Namun seorang fans Arsenal sudah berdamai dengan dirinya. Kedamaian yang hanya bisa didapat dari kepasrahan. Seorang fans Arsenal ini melihat sendiri: sampai pada hari kelima gelaran Piala Dunia, tidak satupun perwakilan dari Arsenal yang mampu membawa tim negaranya menang. Tak seorangpun, termasuk Ozil dan bintang lainnya.

***

Semua bermula ketika pemain Tunisia dijatuhkan di kotak penalti. Ada kontak badan, tapi bukan pelanggaran. Namun, dari ruang kendali video meminta wasit untuk melihat tayangan ulang untuk memastikan: apakah itu benar pelanggaran atau tidak? Jika pelanggaran, sudah tentu penalti mesti diberikan kepada Tunisia.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline