Lihat ke Halaman Asli

Hana Safitri

mahasiswa

Opini: Demam Berdarah dan Pencegahannya dengan Pemeriksaan Jentik Nyamuk

Diperbarui: 3 Agustus 2022   17:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pemeriksaan Jentik Nyamuk Oleh Mahasiswa KKN Kelompok 11 UIN Walisongo Semarang/dokpri

Demam berdarah adalah penyakit akibat gigitan nyamuk pembawa virus Dengue. Penyakit ini menyebabkan gejala demam tinggi dan flu. Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah berisiko mengancam nyawa.

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit dengan jumlah kasus yang cenderung meningkat setiap tahun. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020, terdapat 95.893 kasus demam berdarah di seluruh Indonesia, dengan 661 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.

Demam berdarah terbagi menjadi 2 jenis, yakni demam dengue (Dengue Fever) dan demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic Fever). 

Perbedaan antara kedua jenis demam berdarah tersebut adalah adanya kebocoran pembuluh darah pada demam berdarah dengue, sedangkan pada demam dengue tidak. Demam berdarah umumnya menyerang anak-anak berusia kurang dari 15 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Menurut Kementerian Kesehatan, gejala yang paling umum dari DBD adalah demam tinggi sepanjang hari. Tidak seperti demam biasa, suhu badan yang terus naik akan disertai beberapa rasa nyeri pada sejumlah bagian tubuh, terutama kepala dan punggung. 

Dalam beberapa kasus, ada sejumlah tanda-tanda yang muncul berupa nyeri ulu hati. Selain itu, gejala umum yang bisa dirasakan seorang penderita demam berdarah dengue (DBD) adalah:

·       Mual dan muntah

·       Nyeri otot, sendi, dan tulang

·       Nyeri pada bagian belakang mata

·       Pembengkakan kelenjar

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline