Lihat ke Halaman Asli

Puisi | Melangkah

Diperbarui: 1 Maret 2018   22:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Kaki ku terus melangkah

Walau syaraf merasa lelah

Tak berhenti di tengah-tengah

Walau nafas terengah-engah

Kaki ku semakin keras

Kulitnya mengapal seperti aspal

Hitam tanda sering digunakan

Tak mudah luka walau duri menghadang

Kaki ku tak merasa lelah

Walau ribuan kali melangkah

Semua jalan telah ia lewati

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline