Lihat ke Halaman Asli

Hadi Santoso

TERVERIFIKASI

Penulis. Jurnalis.

Manchester United Seharusnya Menang Besar, Andai.....

Diperbarui: 11 Agustus 2020   13:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bruno Fernandes membawa Manchester United (MU) lolos ke semifinal Europa League. Dini hari tadi, MU mengalahkan tim Denmark, Copenhagen 1-0 lewat perpanjangan waktu hingga 120 menit/Foto: manchestereveningnews.co.uk/Getty Images

Pertandingan dramatis tersaji di Stadion RheinEnergi di Kota Koln, Jerman, saat Manchester United menyingkirkan tim Denmark, Kopenhagen di perempat final Europa League, Selasa (11/8) dini hari tadi.

Gol yang dianulir, perpanjangan waktu hingga menit ke-120, dan juga penalti di menit krusial, menjadi penegas betapa laga tanpa penonton tersebut berlangsung dramatis.

Tampil dengan pemain-pemain terbaiknya sejak menit pertama seperti kapten tim Harry Maguire, playmaker Bruno Fernandes dan trio penyerang Anthony Martial, Mason Greenwood, dan Marcus Rashford, Manchester United ternyata kesulitan menembus pertahanan Copenhagen yang tampil kompak.

Laga perempat final dini hari tadi sangat berbeda dibanding ketika Tim Setan Merah--julukan MU, menang mudah 7-1 atas tim Austria, LASK Linz dalam dua laga di babak 16 besar lalu.

Sejak melakoni fase grup, mungkin baru kali ini, MU merasakan malam yang mendebarkan dalam penampilan di Europa League. Mereka tidak bisa lagi bermain santuy seperti yang saya tulis di ulasan sebelumnya.

MU layak ke semifinal dan penampilan heroik kiper Copenhagen
Namun, meski tidak tampil dalam bentuk permainan terbaiknya, MU layak lolos ke semifinal. Bukan hanya karena nama besar mereka ataupun  'skenario' kemungkinan terciptanya final ideal melawan Inter Milan yang tentu saja bagus bagi branding turnamen ini.

Tetapi, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini memang layak lolos ke babak semifinal merujuk keinginan besar untuk menang yang mereka pertontonkan di laga dini hari tadi.

Memang, MU tampil lambat panas di awal pertandingan ini. Di menit-menit awal mula, mereka kesulitan mendapatkan peluang. Namun, setelah seperempat jam, mereka mulai panas.

Di akhir babak pertama, MU sebenarnya bisa mencetak gol lewat Mason Greenwood. Namun, wasit Clement Turpin dari Prancis memutuskan melihat ulang gol itu via Video Assistant Referee (VAR). Gol itupun dianulir karena dari rekaman tayangan ulang, Greenwood memang lebih dulu offside.

Babak kedua berlangsung menarik. MU mulai lebih banyak bermain di area pertahanan Copenhagen. Di menit ke-56, sepakan keras Greenwood hanya menghantam tiang kiri gawang. Di menit ke-63, giliran Bruno yang tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, hanya menemui tiang kanan gawang Copenhagen.

Di 10 menit akhir, Martial beberapa kali mendapatkan peluang. Termasuk sepakan keras melengkungnya di menit ke-83 yang ternyata masih bisa ditepis Karl Johan Johansson, kiper Copenhagen. Juga tendangan dari dalam kotak penalti di menit 92 yang lagi-lagi digagalkan Johansson.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline