Lihat ke Halaman Asli

Geyonk

TERVERIFIKASI

Warga 62

Tutorial Fotografi: Lighting Pattern

Diperbarui: 2 Maret 2016   19:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Bisa terka light pattern foto ini?"][/caption]Cahaya adalah jiwa dari fotografi, tanpa cahaya maka tidak akan pernah ada fotografi. Maka bila kita berbicara cahaya dalam fotografi maka akan selalu berbicara tentang Brightness, Contrast, dan Colour, karena 3 hal ini merupakan karakteristik cahaya. Penjelasannya bisa dibaca disini.

Sekarang kita bicara tentang pencahayaan, dalam dunia fotografi pencahayaan mempunyai makna, tata cahaya. Adanya unsur kesengajaan untuk menyusun unsur-unsur cahaya/peralatan cahaya agar memiliki makna, diantaranya; sebagai pembentuk objek, dan pembentuk suasana(hati/jiwa).

  • Sebagai pembentuk objek, pencahayaan akan menyampaikan pesan yang jelas akan bentuk dari objek kepada mata, dan mata akan mengirimkan sinyal ke otak untuk dapat mengartikan pesan yang ada, contoh; kulit model itu halus, dan kulit pohon itu kasar, kertas itu kusam, dan barang metal itu mengkilat, dan lain-lain.
  • Sebagai pembentuk suasana, Ketika pencahayaan melibatkan unsur warna, otak akan menerima sinyal yang dilihat mata, hingga bisa menyimpulkan, warna oranye akan membuat kesan hangat, dan kebiru-biruan akan memberi kesan dingin. Biru akan membuat mood menjadi tenang, dan merah akan membuat suasana menjadi bersemangat.

Bila pencahayaan bisa untuk apa saja, kali ini saya ingin mencoba berbagi bagaimana pencahayaan itu terhadap objek manusia, terutama dalam bingkai portrait, unsur seni yang merepresentasikan manusia terutama bagian wajah, unutk menangkap ekspresi, bahkan menceritakan kepribadian. Portrait ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan ketika kamera belum ditemukan, dan sudah umum dipakai pada seni patung dan seni lukis.

Lighting Pattern

Simpelnya lighting pattern ini adalah salah satu teknik pencahayaan dimana kita menata cahaya, ada permainan terang dan gelap sehingga membentuk bentuk khusus. Ada 4 pola pencahayaan yang biasa dikenal.

Sebelum memasuki pola cahaya, dalam potrait akan ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil akhir; ada Angle of View, ada Facial View, dan ada Lighting Ratio(bila ada lebih dari satu sumber cahaya). Fotografer yang sudah profesional akan menggunakan sumber cahaya pasti akan lebih dari satu, namun tetap main/key light(cahaya utama) yang akan bisa membentuk pola ini.

[caption caption="Lighting Pattern"]

[/caption]

Flat, walaupun ini bukan pola pencahayaan yang umum, saya coba masukkan kedalamnya sebagai perbandingan. Disebut flat, karena cahaya ditaruh dengan sudut yang sama dengan lensa kita(bisa diatas sedikit atau dibawah sedikit dari lensa). Hasilnya adalah ketiadaan kedalamanan ruang. Cirinya akan menampilan shadow dagu pada bagian leher.

  • Butterfly/Paramount Lighting, Sumber cahaya akan diletakkan diatas kamera(bisa di depan atau dibelakang kamera) membentuk sudut 25 derajat mengarah pada model/wajah. Shape yang akan terbentuk pada lighting pattern ini sesuai namanya kupu-kupu, bayangan yang berada pada bawah hidung.

[caption caption="Ada shadow dibawah hidung yang berbentuk seperti kupu-kupu"]

[/caption]

Disini saya menggunakan dua sumber cahaya.

  •  Loop Lighting, Sumber cahaya akan diletakkan bergeser 20-30 derajat ke kanan ataupun kiri dari kamera, dengan tetep berada pada level diatas kamera, cirinya adalah akan muncul bayangan hidung pada pipi.

[caption caption="Akan muncul bayangan hidung pada salah satu sisi pipi"]

[/caption]
  • Rembrandt Lighting, Jika anda menebak apa ini ada hubungannya dengan pelukis besar asal Belanda Rembrandt Harmenszoon van Rijn, anda benar. Teknik ini mengikuti gaya pencahayaan khas maestro lukis tersebut.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline