Lihat ke Halaman Asli

Galang Mario

penulis anarki

Prinsip Seni sebagai Input Visual Bagian 1

Diperbarui: 30 Mei 2022   11:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

artexhibition.jp

Manifestasi Seni rupa hadir dari media, ide, tema, imajinasi kreatif yang semua itu diwujudkan ke dalam bentuk elemen atau unsur garis, bidang, warna, tekstur, ruang dan bentuk  kemudian diolah dengan mengacu pada prinsip seni rupa  sehingga mampu menyuarakan ekspresi artistik dengan baik. 

Dalam dunia akademik  khususnya yang berkecimpung dalam pendidikan seni, prinsip seni rupa  menjadi ilmu penting dalam menghasilkan karya yang baik.   Penerapan prinsip-prinsip ke dalam kosakata artistik dapat memungkinkan kita untuk menampilkan karya seni rupa secara objektif dan dapat berkontribusi dalam memudahkan proses mengkaji atau mencari makna karya.

Adapun prinsip seni rupa yaitu keseimbangan, kesatuan, irama, penekanan dan skala proporsi. Prinsip-prinsip tersebut didasarkan pada respons sensorik terhadap input visual, dimana tiap elemen-elemen memiliki nilai,  bobot dan gerakan.

Dengan prinsip kita dapat merangkai elemen-elemen visual agar menyatu dan terlihat hasil yang lebih artistik.  jika dianalogikan seperti ketika kita membuat bahan kimia dalam menyatukan unsur-unsur,  cara  untuk menyatukan unsur yang berbeda itu yang  disebut sebagai  prinsip. 

Selain itu prinsip juga sebagai bagian dari mengekspresikan penilaian nilai tentang suatu komposisi. Misalnya, ketika kita mengatakan sebuah lukisan memiliki “kesatuan”, kita sedang membuat penilaian nilai. Kita mungkin juga mengatakan bahwa terlalu banyak kesatuan tanpa variasi akan membosankan dan terlalu banyak variasi tanpa kesatuan akan kacau.

Kemampuan dalam menggunakan Prinsip sangat membantu dalam merancang dan mengatur elemen-elemen dengan hati-hati sehingga karya dapat menarik perhatian dan memiliki dampak visual.

Sinergi Perasaan dan Pikiran

Perasaan sangat berperan penting dalam proses berkarya namun ada baiknya keterlibatan kerja pikiran agar selaras. Adanya proses pikiran untuk penataan dan penggunaan elemen menjadi pintu kreasi. Seniman yang berkarya dengan prinsip akan dapat memudahkan  pesan atau pengalaman tersampaikan, diterjemahkan kedalam  elemen yang kemudian diolah dengan prinsip sehingga menimbulkan dampak visual yang kiranya apresiator mampu menikmati dan merasakan pesan dan pengalaman tersebut.

Komposisi yang baik seperti adanya pengaturan untuk menunjukkan ritme dan gerakan yang menyenangkan, pusat perhatian yang kuat,  menarik apresiator  ke dalam karya. Pengetahuan yang baik tentang komposisi sangat penting agar hal tersebut dapat terwujud. Namun Beberapa seniman kini cenderung membengkokkan atau mengabaikan aturan ini, bereksperimen  dengan berbagai bentuk ekspresi, tapi tidak bisa dipungkiri dunia seni rupa tanpa batas dan secara umum kini tidak lagi berkutat dalam aspek formal karya tapi lebih kepada ekspresi informal, kemurnian rasa yang disampaikan seniman bersifat apa adanya tanpa pertimbangan komposisi dan juga mengesampingkan fungsi. Dimana Keindahan tergantung subjek atau pada mata yang melihat.

Tapi ada baiknya kita menambah pemahaman dan wawasan seni kita tentang prinsip berkarya agar kiranya dapat membantu dalam mengolah komposisi dan juga menjadi alat yang memudahkan dalam menghasilkan karya yang indah khususnya bagi pemula yang mau belajar teknis berkarya.

Prinsip Seni Rupa 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline