Lihat ke Halaman Asli

Faqih Ma arif

TERVERIFIKASI

Civil Engineering: Discrete Element | Engineering Mechanics | Finite Element Method | Material Engineering | Structural Engineering |

Maha Dahsyat Lailatul Qadr (38.58024691358020)

Diperbarui: 2 Agustus 2019   20:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lokasi gua hiro by Terra Incognita 2.45-Esri ArcGiS/Google Earth

Malam lailatul Qadr adalah malam yang paling sakral, karena Allah menjanjikan sesuatu yang luar biasa bagi manusia. Beberapa referensi menyatakan bahwa pada hari itu matahari seakan-akan tidak bercahaya, karena ribuan, ratusan, bahkan mungkin milyaran malaikat mengalahkan cahaya matahari, di mulai dari matahari merona merah sampai dengan terbit fajar (selesai adzan Subuh), sesuai dengan Q.S Al Qadr [97] ayat 5.

Dalam kitab Misykat al-Anwar karya Imam Al-Ghazali, sebagian Alam malakut akan terbuka pada malam Al qadr, Alam malakut adalah alam ghaib. Alam tersebut adalah alam yang berpenghuni malaikat. Alam ini terhijab dari pandangan bangsa jin dan manusia. Sebagaimana alam jin telah terhijab dari pandangan manusia.

Malam turunnya Al-Qur'an
Peristiwa turunnya Quran atau Nuzulul Qur'an sangat erat kaitannya dengan malam lailatul qadr, karena pertama kalinya wahyu ini diturunkan kepada nabi Muhammad SAW.

"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal." (QS. An-Najm: 13-15).

Dalam kisah Nuzulul Qur'an, diceritakan bahwa malaikat mendekap Rasullullah SAW sambil berkata, "Iqra...!" yang artinya bacalah.
Lalu, apakah mungkin malaikat Jibril yang dalam wujud aslinya dapat mendekap Rasullullah SAW?; karena mengingat bentuk asli Malaikat Jibril sangatlah besar, sebagaimana diceritakan dalam sebuah hadist sebagai berikut:

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Syarik dari 'Ashim dari Abu Wa`il dari Abdullah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat Jibril dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam ratus sayap, setiap sayap dapat menutupi antara langit dan bumi, dari sayapnya berjatuhan aneka warna warni, mutiara dan yaqut. Allah Maha Mengetahui itu semua. (Hadits riwayat Imam Ahmad. Ibnu Katsir berkata dalam Bidayah Wan Nihayah bahwa sanad hadits ini bagus dan kuat, sedangkan Syaikh Ahmad Syakirrahimahullah berkata dalam Al-Musnad bahwa sanad hadits ini shahih).

Malam turunnya Al Qur'an adalah peristiwa yang maha dahsyat, malam penuh barokah, malam keagungan dan keberkahan. Di yakini malam tersebut, bukan sekedar pertemuan antara malaikat Jibril dengan Rasulullah, tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di seluruh Jagat raya ini.

Malam 1000 bulan
Sebagaimana dikatakan bahwa malam lailatul Qadr adalah sebuah malam yang penuh misteri, karena kapan waktunya tidak pernah dapat diprediksi kedatangannya. Akan tetapi ada beberapa pakar Fisika mencoba menghitung maha dahsyat lailatul Qadr.

Dalam lmu Fisika, kecepatan cahaya adalah sebesar 300.000km/s yang berarti sama dengan 18.000.000km/menit, atau 1.080.000km/jam. Jika hasil tersebut dikonversi ke dalam waktu sehari semalam sebesar 24 jam, maka 25.920.000km. Apabila dihitung dalam sebulan maka akan menghasilkan 777.600.000km; dan apabila dikalikan dengan 1000 bulan (lailatul qadr) maka akan menghasilkan nilai 777.600.000.000km.

Baca Juga: 0.122 detik dan 0.376 detik: Kisah Di Matikannya Nabi Uzair dan Tertidurnya Ashabul Kahfi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline