Lihat ke Halaman Asli

Pengelolaan Diet pada Pasien Diabetes Melitus

Diperbarui: 17 Oktober 2022   13:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Diabetes Melitus (DM) menurut American Diabetes Association (ADA) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Hiperglikemia dapat menyebabkan disfungsi beberapa organ tubuh terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. (devi, 2011)

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit dengan kadar glukosa darah yang melebihi batas normal, yaitu kadar gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl dan kadar gula darah yang puasa lebih dari 126 mg/dl. DM ini merupakan sekelompok kelainan dari heterogen yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. DM merupakan kejadian dengan jumlah penderita semakin tiap tahunnya. Salah satu pendukung menstabilkan gulah darah adalah adanya pengetahuan yang baik mengenai diet Diabetes Melitus (fitria, 2020).

Klasifikasi

Ada beberapa klasifikasi dari DM, yang paling utama adalah : DM tipe I yaitu Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM), DM Tipe II yaitu Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM), Diabetes yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya dan Diabetes Melitus Gestational (GDM) (brunner and sudath, 2022).

Defisiensi insulin juga menggaggu metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan. Pasien dapat mengalami peningkatan selera makan (polifagia) akibat menurunnya simpangan kalori.

1)Diabetes Melitus Tipe I (IDDM)

               DM tipe I adalah penyakit hiperglikimia akibat keadaan insulin. Penyakit ini disebut Insulin Dependen Diabetes Melitus (IDDM). Pengindap penyakit ini harus mendapat insulin pengganti, DM tipe I biasanya dijumpai pada orang yang tidak gemuk berusia kurang dari 30 tahun, dengan perbandingan laki-laki lebih banyak dari pada wanita. Kerusakan sel pembuat insulin dan sistem kekebalan tubuh sebagai pemicu DM tipe I. karena itu, penderita DM tipe I memerlukan suntikan insulin setiap hari, selain mengatur menu makanan yang telah ditentukan kalorinya sesuai kebutuhan.

2)Diabetes Melitus Tipe II (NIDDM)

               DM tipe II yaitu DM yang tidak bergantung dengan insulin. DM tipe II ini terjadi akibat sensitivitas terhadap insulin ( yang disebut resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah produksi insulin. DM tipe II pada mulanya di atasi dengan diet dan latihan atau olahraga. Jika kenaikan glukosa tetap terjadi, terapi diet dan latihan tersebut dilengkapi dengan obat hipoglikemik oral (OHO). Pada sebagian penyandang DM tipe II, obat oral tidak mengendalikan keadaan hiperglikemia sehingga diperlukan penyuntikan insulin.

                 Kelompok DM tipe II kebanyakan timbul pada penderita diatas usia 20 tahun. Penderita DM tipe II inilah yang terbanyak dindonesia. Konon mencapai 90% dan umunya disertai dengan kegemukan. Pengobatannya diutamakan dengan perencanaan makan yang baik dan latihan jasmani yang teratur. Pankreas masih menghasilkan insulin, tetapi insulin yang ada bekerja kurang sempurna karena adanya resistensi insulin akibat kegemukan. Dengan menurunkan berat badan, penyakit yang ada biasanya terkendali

                  Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada DM tipe II masih belum diketahui. Faktor genetik diperkirakan memegang perana dalam proses terjadinya resistensi insulin.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline