Lihat ke Halaman Asli

Leicester City, Juara dan Harmoni

Diperbarui: 29 April 2016   00:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ke-4 pemain Leicester City yang merayakan kemenangan setelah menghadapi Swansea. Atas Perkenan : Getty Images

Setelah Jamie Vardy harus terhenti menjelang sisa-sisa pertandingan akhir Liga Inggris akibat kartu merah saat melawan West Ham United yang menghasilkan skor seri, Leicester City tetap membara setelah menumbangkan Swansea 4-0 di laga Fixture ke-35 Liga Primer Inggris pada Ahad (24/04) lalu.

Gol berhasil diciptakan oleh Riyad Mahrez (’10), assist Leonardo Ulloa (’40) (’60) dan Marc Albrighton (’85).

Sebelumnya, mereka juga berhasil menaklukkan Swansea di kandang mereka, 3 – 0.

Iya, Leicester City. Publik Britania Raya dan juga Indonesia menantikan mereka untuk mendapatkan gelar juaranya, di tengah kondisi keuangan yang serba pas-pasan. Berbeda dengan tim Big 4 di Inggris (atau tim Britania Raya secara umum) yang mapan secara finansial dan memiliki sponsor dari perusahaan atau manufaktur konglomerat, termasuk tim kesukaan saya Manchester United.

Leicester City juga memastikan untuk masuk ke zona Liga Champions Eropa tahun depan. Jika merujuk pada sistem baru Liga Champions Eropa musim 2015/2016, prediksi saya Leicester City akan masuk dalam tim secara acak ke dalam pot 1, yaitu liga domestik yang berhasil masuk 7 posisi puncak liga terbaik Eropa. Sedangkan Tottenham, Arsenal, Man. City (kecuali ia juara UCL musim ini) dan Manchester United harus berjuang untuk mendapat jatah melalui playoff .

Jika menggunakan sistem terbaru (diterapkan pada musim 2018/2019), Leicester harus lolos secara selektif melalui 14 pertandingan dengan sistem seed. Lalu berkesempatan mendapatkan 16 tiket untuk masuk ke fase grup.

Secara infografis, Leicester berada sekitar 163 km dari utara pusat Kota London dan ditempuh 2,5 jam. Kurang lebih sama dengan jarak antara Bekasi dengan Tasikmalaya atau Jatilawang (Banyumas) dengan Simpang Tiga Ring Road Selatan Yogyakarta.

Semangat dan kekompakan pemain didukung dan disokong oleh peracik khasnya, Claudio Ranieri. Semangat yang terus disokong dan didukung membuat kemenangan sering datang padanya.

Ranieri selalu pintar meracik strategi untuk memenangkan setiap pertandingan. Ranieri tidak menggunakan emosi atau amarah untuk membimbing anak asuhnya. Ranieri bilang bahwa Ranieri selalu memberikan kepercayaan pada anak asuhnya untuk selalu memberikan yang terbaik dengan kerja kerasnya.

Dengan hasil kerja kerasnya, tak heran Riyad Mahrez, Jamie Vardy, N’Golo Kante dan Wes Morgan merupakan 4 pemain yang tahun ini masuk formasi Starting XI dalam seleksi PFA Team of The Year selama 1 musim ini. PFA sendiri merupakan asosiasi pengamat pesepakbola profesional kelas dunia dengan tim analisis yang tak main-main. PFA menganggap bahwa Leicester City dan 4 pemain ybs bermain sangat konsisten dan stabil selama semusim terakhir. Akhirnya, PFA memilih Riyad Mahrez menjadi pemain terbaik di Liga Primer Inggris musim ini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline