Lihat ke Halaman Asli

Fahrurozi Umi

Alumni Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir, Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir.

Teruntuk Dirimu yang Selalu Hadir dalam Mimpiku

Diperbarui: 16 Januari 2024   18:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: bukuhariankhanza.wordpress.com

Aku tau kamu.

Aku kenal siapa dirimu.

Aku paham gerak-gerikmu.

Dan aku hafal apa yang kau suka dan tidaknya.

Mengapa dirimu? Apa yang telah kamu perbuat? 

Aku serasa terpenjara. Tatkala hening menyeka ramaiku, bayangmu selalu setia menemani, dan ketika kusenyak dalam bising, kau pun turut setia memeluk anganku.

Angin laut yang mengempas ombak di pesisir kini tak sanggup membutakan kedua mataku. Aku tetap menerka parasmu yang gemulai tiap kali mataku memandang segala yang tercipta.

Pernah kujumpai sepasang insan di bibir pantai yang tengah memadu kasih, tapi getirnya, khayalku memaksamu tuk mencumbu diriku di sana.

Apa yang kau adukan malam tadi? Lekas-lekas semesta menyabdakan padaku apa yang kau rasakan sedang dirimu tak mampu menghantarnya.

Apa yang kau risikkan pada dedaunan itu? Alih-alih menaungiku dari terik matahari, gerisiknya nan kian bergaduh sahaja menertawakanku yang sedang terjerembap oleh pesonamu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline