Lihat ke Halaman Asli

Hari Pertama, Ketika Ia Menyapa

Diperbarui: 5 Juli 2022   09:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

"Alhamdulillah Pak, udah selesai pembuatan sekat untuk ruang persiapan. Kemarin juga udah sekalian dipasang pendingin ruangan. Jadi udah siap digunakan laboratorium komputernya", ucap Iwan kepadaku membuka pembicaraan di senin pagi itu. Iwan adalah Asisten Laboratorium Komputer di sekolah tempatku mengajar.

Setelah sebulan diresmikan, ruang laboratorium komputer ini baru siap digunakan. Karena sebelum digunakan harus disetting dulu jaringan kelistrikan, LAN dan pemasangan pendingin ruangan, juga pembuatan ruang persiapan yang sekaligus bisa difungsikan sebagai ruang server dan ruang kerja asisten labkom.

"Alhamdulillah Mas Iwan, udah ga sabar rasanya bisa ngajar praktik di laboratorium komputer yang baru",  jawabku dengan penuh antusias.

"Hari ini bisa langsung dipake Pak, kalo bapak mau" Tambah Iwan seraya tersenyum.

"Oke Mas, hari ini kebetulan saya ada jadwal ngajar di kelas XII Mipa 2, dan XII Mipa 4 di jam 3-4 dan 5-6. Ntar anak-anak aku suruh langsung masuk ke labkom aja ya?"

"Oke Pak, siiip".

Jam sudah menunjukkan waktu pukul setengah 12, yang artinya lima belas menit lagi bel istirahat kedua akan berbunyi. Aku pun beranjak dari tempat duduk lalu berdiri di depan papan tulis untuk menjelaskan review materi praktikum hari ini. Mereka aku minta untuk menyudahi aktifitas praktek mandiri yang sedang mereka lakukan, dan memusatkan perhatian pada penjelasan yang akan kuberikan.

Anak-anak merespon dengan baik, mereka semua segera mengalihkan perhatiannya padaku. Di tengah-tengah penjelasanku dan anak-anak sedang asyik memperhatikan, tiba-tiba terdengar suara seorang siswi yang memanggilku, "Pak..!"

Sontak aku pun langsung menjawab, "Ya Mbak, ada yang mau ditanyakan?"Pandanganku pun menyapu seluruh siswa yang ada di ruangan ini, mencari tahu siapa yang barusan

Aneh, mereka semua hanya terdiam.

Anak-anak saling menoleh satu sama lain, seakan mencari siapa yang tadi bersuara. Melihat reaksi mereka, aku segera bertanya lagi "tadi yang manggil saya siapa ya? Silahkan kalo mau bertanya".

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline