Lihat ke Halaman Asli

Kanibal

Diperbarui: 26 Juni 2015   04:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Segerombolan Kanibal datang mengepung

menikam jantung Sang Bidadari, begitu kejam, begitu tak berperasaan.

Aneh, justru akulah yang tersungkur, jatuh meregang nyawa.

mereka menenggelamkanku pada kedalaman emosi

mencampurinya rasa takut, cemas dan curiga

sesakkan dada, kaburkan makna.

Tiba-tiba otakku bekerja lebih cepat

memendarkan kebijaksaan

dari pintu-pintu langit yang aku ketuk

Aku segera bangkit

Lalu pada Firman aku belajar memaknai kenyataan

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline