Lihat ke Halaman Asli

Dewi Nirmala Anggarini

Guru Matematika

Peluncuran Batik Gripatwa Gagrak Patron Ambarawa

Diperbarui: 31 Mei 2023   19:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumentasi SMPN 4 Ambarawa

Batik merupakan warisan kebudayaan Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009. Diantara sekian banyak batik klasik yang dikenal di Indonesia, ada batik klasik yang baru saja ditemukan dan belum diketahui masyarakat luas. 

Didokumentasikan Pemerintah Hindia Belanda tahun 1867 dan disimpan di Museum Tropen-Amsterdam, batik ini ditemukan kembali oleh pegiat sejarah di akhir tahun 2020 dan dikenalkan diawal Maret tahun 2021 dalam even Seminar Batik Patron Ambarawa, menyambut 5 Abad Ulang Tahun Kabupaten Semarang.

Melaui sebuah kajian, pengenalan, pembuatan dan pendokumentasian, diharapkan warisan ini bisa tersampaikan kepada generasi saat ini dan yang akan datang, bahwa Batik Klasik Kabupaten Semarang ini tidak hanya berbicara tentang motif-motif yang dibuat berdasar local wisdom masyarakat saat itu, tetapi juga tentang nilai filosofi, nilai estetika, dan sejarah keberadaannya.

SMP Negeri 4 Ambarawa peduli akan kelestarian batik patron sebagai warisan budaya tak benda asli Ambarawa sehingga untuk Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila akan mengangkat tema kearifan local dengan pembuatan batik patron.

Terdapat 87 motif patron yang tersimpan dalam kepustakaan Museum Leiden, Amsterdam, Belanda dengan berbagai filosofi dalam setiap motifnya. Salah satu diantaranya adalah Motif Batik Tambal Kanoman. Motif ini mengandung filosofi tentang tolak balak termasuk penyembuhan penyakit. 

Motif ini termasuk motif tradisional gagrak Solo Jogja (pedalaman). Motif tambal kanoman bermaksa menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak, dalam perjalanan hidup manusia harus mempernaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik. Dahulu kain batik bermotif tambal dipercaya sebagai tolak bala serta mampu membantu kesembuhan orang sakit. 

Kegunaan batik tambal kanoman dipakai oleh anak muda terutama untuk tinggalan tahun. Motif tambal ini termasuk motif tradisional klasik yang terpengaruh dari batik pedalaman (Solo Jogja). Filosofi ini diharapkan membawa kebaikan untuk SMP Negeri 4 Ambarawa khususnya dan Kabupaten Semarang pada umumnya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah Melestarikan Batik Patron sebagai warisan budaya tak benda asli Ambarawa dan meluncurkan Batik Gripatwa Gagrak Patron Ambarawa sebagai batik identitas siswa SMP Negeri 4 Ambarawa pada hari Sabtu, tanggal 27 Mei 2023. Acara terbagi menjadi 2 sesi yaitu pra acara sebelum kedatangan Bapak Bupati dan Acara Utama setelah kedatangan Bapak Bupati. 

Pra acara dengan MC Ibu Sri Sutarmi, S.Pd dan Ibu Riana Saudyawati, S.Pd diawali dengan ucapan selamat datang kepada tamu undangan yang sudah hadir pada saat itu, terdiri dari tokoh masyarat, orang tua siswa/wali kelas 7,8 dan 9 serta siswa kelas 7, 8 dan 9 sebanyak 1100 orang yang kompak mengenakan busana batik, serta surjan dan kebaya bagi siswa.

Diawali dengan Tari  Prajuritan, dilanjutkan dengan oleh vocal Fanny Aulia Putri dengan lagu Lukisan Indonesia. Kemudia tari Candhik Ayu oleh 3 penari jelita dari kelas 9, Anindita Caisya Nirmala Putri, Berlian Ratu Bahawan dan Elfiona Zaskia Maharani. Paduan suara lagu daerah, lagu Symphoni yang Indah oleh Daniel Widova Rasai, siswa SMPN 4 Ambarawa yang berasal dari Maluku dan Tari Jaranan persembahan kelas 7B.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline