Lihat ke Halaman Asli

Dewi Puspasari

TERVERIFIKASI

Penulis dan Konsultan TI

Catatan Mudik Plus Tour de Java 2022: Singgah ke Bonbin dan Geopark Gunung Sewu Wonogiri

Diperbarui: 27 Mei 2022   23:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Museum Karst Indonesia yang masuk Geopark Gunung Sewu ini Sungguh Informatif (dokpri)

Mudik tahun ini terasa istimewa. Setelah dua kali gagal pulang ke kampung halaman di Malang, akhirnya tahun ini kami bisa juga merayakan lebaran bersama orang tua dan para sanak saudara di Malang. Dan berhubung kami tak dapat tiket pesawat atau kereta api, maka kami pun nekat untuk menjangkau ratusan kilometer dengan kendaraan pribadi. Alhasil sambil mudik kami sekalian melakukan tour de Java jilid ke sekian, lewat Madiun, Ponorogo, Pacitan, dan Wonogiri 

Ini pengalaman kami kedua melakukan pulang kampung saat lebaran dengan kendaraan pribadi. Ini juga pengalaman kesekian kami melakukan Tour de Java. Kami sengaja melakukan Tour de Java pada saat lebaran karena bisa ambil cuti agak lama. Kami kemudian memilih-milih rute yang belum pernah kami lalui, dengan tujuan untuk lebih mengenal daerah-daerah sepanjang Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Oleh karenanya pada Tour de Java pertama, aku senang bisa merasai dan melihat-lihat kota dari Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Waktu kecil sih memang pernah ke sana, tapi sudah sangat lama. Oleh karenanya aku takjub dengan pertumbuhan kota-kota tersebut.

Pada tur lainnya yang lebih singkat, kami juga pernah menjajal keliling pulau Madura dari Bangkalan hingga Sumenep dan juga berkeliling ke Ngawi. Nah pada Tour de Java 2022 ini kami ingin menjajal sedikit lintas selatan di Jawa Timur, diawali dari Malang lalu ke luar Madiun menuju Ponorogo, Pacitan, Pracimantoro, Wonogiri lalu kembali ke jalur utama mudik yaitu Solo, Semarang, dan seterusnya.

Kami sempat merasai contraflow saat berangkat tapi belum one-way (dokpri)

Perjalanan Menuju ke Malang yang Agak Melelahkan

Pada saat berangkat ke Malang, kami memang sempat mengalami kemacetan yang lumayan. Memang diadakan cotraflow di beberapa titik, namun saat itu belum banyak membantu mengurai kemacetan karena jumlah kendaraan yang melintas memang begitu berlimpah. Jalur sebaliknya pada saat itu belum ditutup.

Berangkat dari Jakarta pukul 09.00 pagi setelah menitipkan para kucing ke Pak Satpam yang baik hati, hingga menjelang Maghrib kami baru ke luar Tol Cipali.

Ssebelum Semarang kami bersantap makan malam di rest area. Kami sengaja memilih menu khas Semarang, yakni Gongso. Aku memilih Gongso Campur, yang di dalamnya juga ada iga. Wah sedapnya, setelah hampir 12 jam berkendara, menyantap gongso dengan nasi hangat rasanya adalah kemewahan.

Santap gongso benar-benar memberikan tenaga setelah 12 jam berkendara (dokpri)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline