Lihat ke Halaman Asli

Dede Septiyadi

Sebagai ASN PPPK Guru

Kajian Strukturalisme Genetik dalam Cerpen "Sepotong senja untuk Pacarku" karya Seno Gumira Ajidarma

Diperbarui: 14 Januari 2018   19:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Kajian Strukturalisme Genetik dalam cerita Pendek Sepotong senja untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma dan Implementasinya ke dalam proses Pembentukan Karakter Peserta Didik.

ABSTRAK :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kajian Strukturalisme Genetik atau fungsi-fungsi dan Nilai-nilai yang membangun karya Tulis dalam hal ini Cerita Pendek Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma tersebut. Penelitian ini sangat penting dilakukan guna mengetahui Fungsi-fungsi Struktural yang membangun suatu karya sastra Prosa khususnya Cerita pendek. Objek yang menjadi bahan Kajian Struktural Genetik ini yakni Cerita Pendek, karena Cerita pendek sendiri memiliki keunikan jenis prosa sendiri. 

Selain dapat menggambarkan suatu cerita yang unik dan menarik, cerita pendek juga dapat dijadikan referensi atau penambah ilmu yang terkandung dalam isi nilai-nilai setiap ceritanya. 

Penelitian ini juga selain disebutkan diatas memiliki tujuan yakni (1) Mengetahui teknik penelitian karya tulis melalui pendekatan Struktural Genetik; (2) Mendeskripsikan fungsi-fungsi Struktural genetik yang membangun Karya tulis cerita pendek Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma;dan (3) Mengetahui apa saja Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pendek Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma yang dapat diterapkan dalam proses pembentukan Karakter Peserta didik. Metode kualitatif atau mengedepankan mutu dan kualitas dari penelitian ini menjadi Metode yang penulis pilih dalam kajian tersebut. 

Bahan dan informasi yang penulis peroleh dalam meneliti kajian tersebut bersumber dari buku-buku yang penulis percayai kebenarannya yang kemudian dideskripsikan secara Analistis dan Sistematis guna menghasilkan kajian yang baik dan berkualitas. Strategi yang digunakan dalam Penelitian ini yakni mengumpulkan bahan-bahan yang terfokus pada Objek kajian dan yang membangun penelitian ini.

PENDAHULUAN

  • Latar belakang

Dalam bidang kebahasaan khususnya bahasa Indonesia menulis adalah suatu kegiatan yang paling penting dan tidak dapat dipisahkan. Dengan menulis, suatu ide atau gagasan dapat dituangkan sehingga dapat tersampaikan dengan baik dan bermanfaat bagi semua khususnya pembaca tulisan tersebut. Gagasan-gagasan, Ide, atau Pemikiran dalam kebahasaan sering dikaitkan dengan Karya tulis baik ilmiah maupun non ilmiah.

Dalam Objek kajian ini penulis memilih Karya Sastra sebagai Objek penelitian. Dalam bidang ilmu Sastra tentunya memiliki Struktur atau unsur-unsur yang membangun sebuah Karya sastra, salahsatunya terdapat dalam sebuah Novel, Drama, Puisi, maupun Cerita Pendek atau yang lainnya.

Penulis memilih Cerita pendek dalam mengkaji Karya sastra karena Cerpen sendiri memiliki keunikan tersendiri selain Novel. Keunikan Cerpen terdapat dalam penyampaian isi cerita yang dapat disampaikan secara singkat, padat, namun mudah dipahami isi, ide, atau gagasan yang terdapat dalam setiap isinya.

Cerpen atau cerita pendek yakni karangan pendek yang berbentuk Prosa. Dalam cerpen dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan (Kosasih, 2006: 250). Cerita pendek juga diartikan sebagai karangan pendek yang pada umumnya mengisahkan masalah yang sederhana dan diceritakan secara singkat.

Dengan deskripsi pengertian-pengertian cerita pendek diatas, dapat kita simpulkan bahwa Cerita pendek yakni suatu karya tulis yang berbentuk Prosa yang didalamnya menceritakan ide-ide yang diperoleh dari hasil pemikiran atau proses kehidupan penulis yang di tuangkan secara singkat dan jelas.

  • Rumusan masalah

Berdasarkan deskripsi diatas, penulis bermaksud menjabarkan rumusan masalah penelitian sebagai berikut :

  • Bagaimana teori penelitian karya tulis melalui pendekatan Struktural Genetik ?
  • Bagaimana Fungsi-fungsi Struktural Genetik yang membangun karya tulis Cerita pendek Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma ?
  • Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam Cerita pendek Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma yang dapat diterapkan dalam proses Pembentukan Karakter Peserta didik ?
  • Tujuan penelitian

Dengan memperhatikan rumusan masalah diatas, penulis coba menjabarkan tujuan-tujuan dalam Penelitian sebagai berikut :

  • Mengetahui teori penelitian karya tulis melalui pendekatan Struktural Genetik.
  • Mendeskripsikan fungsi-fungsi Struktural genetik yang membangun Karya tulis cerita pendek Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma.
  • Mengetahui apa saja Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pendek Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma yang dapat diterapkan dalam proses pembentukan Karakter Peserta didik.
  • Manfaat

Dalam membuat Karya tulis Penelitian ini, penulis berharap dapat menambah pengetahuan pembaca dalam mengkaji suatu karya tulis melalui pendekatan Struktural genetik, selain itu penulis juga berharap dengan penelitian ini semoga bermanfaat dalam mengetahui Fungsi-fungsi struktural cerita pendek sehingga cerita tersebut menjadi menarik bagi pembaca dan yang paling penting diharapkan penelitini ini bermanfaat dalam ikut serta dalam pembentukan karakter peserta didik melalui nilai-nilai yang terkandung dalam setiap isi cerita tersebut.

KAJIAN TEORETIK

Struktural genetik adalah analisis struktur dengan memberikan perhatian terhadap terhadap asal usul karya. Secara ringkas berarti bahwa Strukturalisme genetik sekaligus memberikan perhatian terhadap analisis intrinsik dan ekstrinsik. 

Meskipun demikian, sebagai teori yang telah teruji validitasnya, Strukturalisme genetik masih ditopang oleh beberapa konsep canggih yang tidak dimiliki oleh teori sosial lain, misalnya : simetri atau homologi, kelas-kelas sosial, subjek transindividual, dan pandangan dunia. Konsep-konsep inilah yang berhasil membawa strukturalisme genetik pada puncak kejayaannya, sekitar tahun 1980-an hingga 1990-an (Nyoman kutha R, 2007: 123). Dengan kata lain, Struktural genetik sendiri merupakan suatu teknik kajian yang membahas hubungan unsur-unsur intrinsik (dalam) dan unsur ekstrinsik (luar) yang membangun Karya tersebut sehingga karya tersebut lebih hidup dan menarik.

Unsur-unsur Strukturalisme genetik dalam suatu karya sastra baik itu Novel maupun Cerita pendek memiliki unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik yang terkandung dalam ide atau gagasan didalamnya, lain halnya dengan hanya kajian strukturalisme yang lebih terfokus pada unsur dalam karya sastra. Unsur-unsur intrinsik yang dimaksud diantaranya Tema, Tokoh dan penokohan, Seting, Alur, Sudut Pandang, Gaya bahasa, dan yang terakhir Amanat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline