Lihat ke halaman asli

Deddy Husein Suryanto

Pengamat Sosial

TERVERIFIKASI

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Membayangkan Joan Mir Menikung "Emak-emak Matic" di Jalanan

Diperbarui: 22 November 2020   09:31

Joan Mir ganas di tikungan. Gambar: Motogp.com

Pasca menulis artikel tentang juara dunianya Joan Mir di kelas MotoGP 2020, saya membuat sebuah lelucon tentang Mir yang mengendarai motor di jalan raya Indonesia. Kemudian di situ ia harus bertemu dengan "emak-emak matic".

Apa yang akan terjadi? Bisakah Mir menyalip/menikung mereka?

Ternyata lelucon saya mendapatkan tanggapan dari teman. Teman pertama, mengatakan bahwa Mir pasti bisa menikung mereka. Itu karena Mir cenderung lebih hebat saat di tikungan daripada berduel cepat di trek lurus.

Secuil obrolan dengan teman di WA. Gambar: Dokumentasi Deddy HS

Jawaban itu memang cenderung kontekstual terhadap status Mir sebagai pembalap MotoGP. Artinya, pola pikir teman masih berkaitan dengan apa yang terjadi di lintas balapan.

Pemikiran itu tidak salah, karena memang kita melihat kemampuan Mir dari ajang tersebut. Rasanya cukup mustahil melihat Mir ada di jalan raya dengan mengendarai sepeda motor, apalagi di Indonesia.

Pembahasan terkait teknis di MotoGP pun sempat terjadi ketika si teman yang pertama ini membahas tentang Mir. Ia juga menyinggung tentang penggunaan ban dan pengaruhnya ke hasil balapan.

Setahu saya, pemilihan ban memang salah satu faktor keberhasilan pembalap di lintasan. Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan pemilihan ban, khususnya di MotoGP.

Pertama, adalah gaya balap. Seorang pembalap biasanya memiliki gaya balap yang berbeda dengan pembalap lain. Itu juga membuat pilihan bannya terkadang sering berbeda antar pembalap.

Jorge Lorenzo dikenal sebagai pembalap kencang sedari start, dan itu karena pilihan bannya juga. Gambar: Motogp.com

Kita tentu masih ingat tentang Jorge Lorenzo. Dia adalah pembalap yang sering 'gas pol' sejak awal balapan. Itulah mengapa dia sering menggunakan tipe ban soft-soft.

Pilihan ban para pembalap di musim 2017, atau musim pertama Jorge Lorenzo dengan Ducati. Gambar: Twitter/Michelin_sport

Jarang sekali Lorenzo menggunakan tipe medium, apalagi hard. Hanya, ketika dia berpindah pabrikan, dia mulai mencoba tipe ban-ban tertentu. Namun tetap saja, Lorenzo identik dengan ban soft-soft.

Kedua, jenis mesin pada motor. Pada MotoGP terdapat dua jenis mesin yang bersaing, yaitu V4 dan in-line 4.

Halaman Selanjutnya

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline