Lihat ke Halaman Asli

Deddy Husein Suryanto

TERVERIFIKASI

Content Writer

Anis Hidayatie, from "Unknown" to "You Must See"

Diperbarui: 21 November 2020   08:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Momen kebersamaan Anis Hidayatie dengan orang-orang yang gemar menulis. Gambar: Dokumentasi Anis Hidayatie

Menulis tentang sosok inspiratif, antara susah dan gampang. Susah, karena harus mengenal orang tersebut dengan lebih jeli. Gampang, jika kita sering mencari tahu atau mengikuti segala sepak terjang orang tersebut.

Sebagian besar penulis biografi, mereka adalah orang-orang yang berupaya dekat dengan calon subjek yang ditulis. Jika tidak sedekat itu, maka yang harus dilakukan penulis biografi adalah mencari segala referensi tentang sosok yang akan ditulis.

Selain itu, tulisan yang akan muncul juga tidak lepas dari subjektivitas si penulis. Jika si penulis menganggap subjek tulisannya sangat baik terhadapnya atau memberikan kebaikan secara jangka panjang, maka si penulis akan mengungkapkannya lewat tulisan.

Mungkin, pembaca tidak bisa mengidentifikasinya secara akurat. Tetapi, di antara pendapat- pendapat orang yang diungkap untuk menggambarkan sosok tersebut, si penulis pasti menyisipkan apa yang ia rasakan juga.

Hal itu akan semakin menguat jika misalnya tulisan biografi itu semi-fiksi. Biasanya yang semi-fiksi akan ada pengembangan interpretasi dari penulis terkait fakta yang dia temukan.

Namun, menulis tentang biografi, sebaiknya tetap berada di koridor nonfiksi. Artinya, apa yang ditulis adalah fakta. Jikalau ada yang harus ditutupi, itu bukan berarti menghilangkan kenyataannya.

Konsep yang sedemikian rupa penulis pahami untuk mencoba menulis tentang sosok inspiratif, bernama Anis Hidayatie. Mungkin bagi beberapa pembaca, nama ini terlihat asing.

Tetapi, nama ini bisa dikatakan sangat perlu untuk diketahui, karena kapabilitasnya tidak perlu diragukan. Khususnya dalam hal literasi.

Dewasa ini, kita bisa mendengar dan membaca tentang gawat daruratnya tingkat literasi masyarakat Indonesia. Namun, kegawatan itu tidak sepenuhnya dihadapi dan diselesaikan oleh orang-orang yang memprihatinkan situasi tersebut.

Terkadang statistik di PISA terkait literasi negara di dunia hanya menjadi hiasan di dalam artikel, jurnal, dan buku. Orang-orang yang menyematkannya belum tentu melakukan aksi nyata tentang cara memperbaiki statistik tersebut.

Statistik di PISA yang sering diprihatinkan. Gambar: via Zenius.net

Walaupun kemudian ada, mereka juga tidak bisa terorganisir secara solid, kuat, serta dapat bertahan lama. Itu bisa dilihat dari bagaimana masyarakat melihat kegiatan literasi sebagai suatu hal yang sekarang viral, besok hilang.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline