Lihat ke Halaman Asli

Dani Ramdani

TERVERIFIKASI

Ordinary people

Anneliese Michel dan Misteri Ruqyah Abad ke-20

Diperbarui: 10 September 2021   10:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Anneliese Michel. Via m.pulsk.com

Pernahkah Anda melihat orang kerasukan? Atau pernah mengalaminya? Tentu ada yang percaya dengan ini ada juga yang tidak.

Saya memang pernah menyaksikan sendiri. Kala itu saya ikut membaca surat yasin bersama dengan guru mengaji saya, nah orang yang kerasukan hanya berteriak "panas."

Terkait percaya atau tidak, itu tergantung pada keyakinan masing-masing. Dari sisi medis sendiri, kesurupan dikenal dengan istilah "possession trance disorder."

Istilah tersebut merupakan kategori diagnostik baru dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV (DSM-IV).

DSM merupakan standar klasifikasi gangguan mental yang dipergunakan oleh para profesional kesehatan mental di Amerika Serikat.

Untuk penyembuhan orang kesurupan, tentu ada metode tersendiri yaitu ruqyah. Ya kurang lebih memberi doa-doa agar jin atau setan yang masuk pada tubuh seseorang segera pergi. 

Nah, ternyata ruqyah ini juga terjadi di Jerman sana pada awal abad ke-20. Istilah sebenarnya adalah eksorsisme, intinya sih sama dengan ruqyah yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. 

Anneliese Michel merupakan seorang perempuan asal jerman yang lahir pada 21 September 1952 silam. Anneliese lahir dari keluarga katolik yang taat, bahkan disebutkan Anneliese pergi ke gereja dua kali seminggu.

Saat usia Anneliese memasuki usia 16 tahun, Anneliese mulai mengalami kejang-kejang. Pada saat itu, dokter memvonis Anneliese menderita epilepsi.

Dokter keluarga kemudian memberinya obat penenang. Kejang-kejang tersebut tidak kunjung sembuh jua bahkan setelah diberi obat dengan dosis tinggi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline