Lihat ke Halaman Asli

Chaerul Sabara

TERVERIFIKASI

Pegawai Negeri Sipil

Spektakuler, Emma Raducanu Ukir Banyak Rekor di US Open

Diperbarui: 12 September 2021   11:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Image: Senyum bahagia Raducanu (indidesport.co)

Perang Bintang di Flushing Meadows, New York antara dua remaja yang sedang bersinar, petenis kualifikasi berusia 18 tahun Emma Raducanu akhirnya menyelesaikan debut impiannya dengan kemenangan 6-4, 6-3 atas Leylah Fernandez yang berusia 19 tahun untuk merebut mahkota Grand Slam pertamanya.

Ada kegugupan, ada kegelisahan dari kedua remaja yang berlaga ini, namun kesemuanya dapat dimengerti, bahkan disinilah daya tarik dari dua anak muda di wilayah yang belum pernah mereka rasakan dan memainkan pertandingan terbesar dalam hidup mereka di Arthur Ashe Stadium.

Sebelum US Open, baik Raducanu maupun Fernandez belum pernah melewati putaran keempat turnamen grand slam hingga minggu ini, perjuangan panjang dan menakjubkan mereka tunjukkan di Flushing Meadows, hingga keduanya harus bertarung di final putri yang menggetarkan yang ditandai dengan kemenangan di baseline dan permainan all-court yang gagah berani.

"Saya pikir final ini menunjukkan bahwa masa depan tenis wanita dan kedalaman permainan saat ini sangat bagus," kata Raducanu saat wawancara di lapangan.

"Saya pikir setiap pemain di undian putri pasti memiliki kesempatan untuk memenangkan turnamen apa pun. Saya berharap generasi berikutnya dapat mengikuti jejak para legenda terhebat---seperti Billie Jean King---dan semua orang yang berada di puncak permainan saat ini." tambah Raducanu.

Final Grand Slam pertama pria ataupun wanita yang diperebutkan oleh dua pemain yang tidak diunggulkan, ini adalah pertarungan yang pada awalnya mustahil diprediksi oleh siapa pun, menampilkan pemain kualifikasi peringkat ke-150 Emma Raducanu dan Leylah Fernandez yang kurang dikenal dan berada di peringkat ke-73. Leylah Fernandez dalam road to finalnya telah menyingkirkan tiga petenis putri top five, Osaka (3), Svitolina (5) dan Sabalenka (2), termasuk juga mantan petenis nomor 1 dunia dan juara US Open 2016 Angelique Kerber.

Yang tidak kalah luar biasanya adalah perjalanan Raducanu menuju gelar, dia harus melalui 10 pertandingan, termasuk tiga kemenangan di babak kualifikasi, dan dia melakukannya dengan sangat menakjubkan tanpa kehilangan satu set pun di sepanjang perjalanannya, dan berjuang melewati orang-orang seperti Belinda Bencic, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, dan Maria Sakkari No. 17.

Di final. Raducanu langsung menegaskan permainan menekannya dengan pukulan hebatnya sejak awal, sehingga membuat Fernandez berada di bawah tekanan, dan berhasil mematahkan servis Fernandez dalam permainan maraton untuk memimpin 2-0.

Meskipun Fernandez dengan cepat membalas, dia harus mengejar ketinggalan saat Raducanu terus meningkatkan intensitas permainannya, namun sayangnya ia banyak melakukan kesalahan sendiri. Petenis remaja inggris Raducanu menguasai pertandingan di set pertama, Raducanu menutup set pertama dengan kemenangan 6-4, setelah melewati empat kali set point dengan sebuah pukulan forehand winner.

Pada set kedua, Fernandez sempat membuka harapan untuk sebuah pertarungan rubber set, petenis Kanada ini memimpin lebih dulu, namun Raducanu bangkit dari break down. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline