Lihat ke Halaman Asli

charles dm

TERVERIFIKASI

charlesemanueldm@gmail.com

Selamat Bekerja Kabinet Wiranto!

Diperbarui: 21 Januari 2017   10:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Wiranto dan jajaran pengurus PP PBSI 2016-2020 usai pengukuhan/badmintonindonesia.org

Setelah menanti beberapa lama, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) periode 2016-2020 akhirnya resmi bekerja usai dilantik Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman, di Hotel Century, Jakarta, Kamis (19/1) pagi WIB. Seremoni yang dihadiri pula Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi itu menadai berakhirnya masa kepengurusan Gita Wirjawan yang menyerahkan tongkat estafet kemimpinan induk organisasi bulu tangkis Indonesia itu kepada Jenderal (Purn) TNI Wiranto dan jajarannya.

Wiranto yang terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional PBSI di Surabaya, Jawa Timur, 31 Oktober tahun lalu akan menjalankan roda organisasi yang menaungi salah satu cabang olahraga yang telah terpatri dalam sejarah bangsa dan menjadi andalan di tingkat global. Selama empat tahun ke depan, Wiranto cs akan menunaikan amanah dan harapan masyarakat Indonesia yang merindukan kembalinya kejayaan bulu tangkis tanah air. Belakangan nomor tunggal umumnya dan sektor putri khususnya hilang dari persaingan menyusul minimnya bibit unggul.

Dalam sambutannya saat pelantikan, pensiunan bintang empat itu mengaku siap memikul tanggung jawab yang tidak ringan itu. Komposisi pengurus yang terbentuk pun dengan sengaja menggabungkan 'muka lama' yang dinilai berpengalaman dan telah berprestasi serta 'wajah baru' yang diharapkan membawa kesegaran dan harapan baru.

"Kami akan melakukan langkah-langkah organisasi untuk mewujudkan tekad mengembalikan kejayaan bulu tangkis. Saya tidak akan banyak bicara, tetapi mau bekerja dan akan mengevaluasi hasil yang bisa kami sumbangkan untuk bulu tangkis Indonesia," beber sosok yang juga menjabat Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan dikutip dari badmintonindonesia.org.

Sempat disinggung sebelumnya, Wiranto kembali menegaskan program pertama yang akan dilaksanakan. Pembenahan dan peremajaan sarana dan prasarana di Pelatnas Cipayung akan dikedepankan. Hal ini penting untuk memberikan kenyamanan, keamanan dan semangat kepada para pemain dan pelatih.

Sejatinya tidak hanya sarana fisik yang patut dibenahi. Program latihan yang mengedepankan sport science misalnya harus menjadi prioritas. Tentang ini dan hal-hal terkait pembinaan dan prestasi akan menjadi tugas Susi Susanti sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres).

Wiranto mempercayakan posisi penting ini kepada peraih medali emas tunggal putri Olimpiade 1992 itu menggantikan Rexy Mainaky yang kini menjadi kepala pelatih Pelatnas Thailand. Pada banyak kesempatan Susi mengakui bahwa tugasnya sangat berat. Terlebih masuknya Susi dalam jajaran kabinet melahirkan ekspektasi tinggi terhadap sektor putri yang jelas tertinggal dari negara-negara lain dengan jurang regenerasi yang dalam.

Langkah awal pun sudah dilakukan istri Alan Budikusuma ini. Melakukan evaluasi terhadap program pembinaan dan staf kepelatihan. Beberapa perubahan pun dilakukan dalam jajaran tim pelatih. Pelatih kepala tunggal putri hingga kini masih misteri. Bisa jadi Susi benar-benar mempertimbangkan secara matang sosok yang nantinya diharapkan bisa membangkitkan sektor yang menjadi sorotan ini.

Dalam hal pembinaan, Susi kembali menghidupkan Pelatnas Pratama yang berada satu tingkat di bawah Pelatnas Utama. Setidaknya akan ada tiga lapis pemain yang akan disiapkan dalam rantai regenerasi.

“Pemilihan atlet pratama dilihat dari kriteria usia, potensi, semangat dan attitude. Pemain-pemain junior punya waktu yang masih panjang karena usia mereka masih muda, ini menjadi prioritas kami karena kami juga ingin ada regenerasi, paling tidak ada pemain lapis pertama (elit), lapis kedua dan lapis ketiga,” ujar wanita kelahiran 11 Februari 45 tahun silam.

Susy Susanti/badmintonindonesia.org

Target tahun ini pun sudah dipatok baik untuk tingkat utama maupun pratama. Beberapa kejuaraan akbar seperti All England, Piala Sudirman dan Kejuaraan Dunia akan disasar oleh para pemain utama. All England yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, pada 7-12 Maret akan menjadi ujian awal tepenuhi tidaknya target tersebut. Tahun lalu Indonesia berhasil membaa pulang satu gelar melalui pasangan ganda campuran Praveen Jordan dan Debby Susanto.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline