Lihat ke Halaman Asli

NBA, Sekedar Panggung Para Bintang

Diperbarui: 4 Agustus 2021   08:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

clutchpoint

para kandidat juara beberapa musim belakangan dan ke depan versi media dan netizen budiman, penonton juga konon cenderung banyak kalok salah satu dari mereka (Steph Curry, James Harden {belom pernah juara}, Luka Donkic {idem}, Lebron James, Giannis Antetokounmpo, Kevin Durant) hadir di partai final

Klo boleh jujur, dari 480 yang namanya tercantum dalam daftar pemain 30 tim NBA (karena maksimal tiap tim hanya bisa mencantumkan 16 nama) paling hanya 15-28 pemain yang benar-benar bagus dan sesuai dengan gaya permainan NBA zaman sekarang. Sebagian besar lain bisa dibilang cocok sebagai pemain pendukung yang amat bisa diandalkan timnya (lebih sering disebut role player menurut istilah NBA) untuk melangkah ke babak playoff, meski beberapa pemain tersebut biasanya terbukti lebih sering melempem di babak playoff, bukan sekedar perkara mental, tapi juga fisik (kurang tinggi atau kurang gesit) maupun keterampilan (lantaran kurang jago tembak atau naluri bertahannya kurang bagus sehingga jadi titik lemah yang akan selalu diincar para starter yang biasanya bermain empat sampai enam menit lebih lama ketimbang pemain di babak reguler.

Para role player ini bisa tetep eksis di NBA karena aturan NBA nggak mengizinkan misal Steph Curry, James Harden, Lebron James, Giannis Antetekounmpo, dan Rudy Gobert ada di satu tim, kecuali di tim all stars dengan catatan peraih voting terbanyak pertama atau kedua milihnya gitu.

Mereka berlima di atas kertas nggak bisa ada di satu tim lantaran gaji mereka jelas besar, dan anggaran tim dibatasi dengan aturan salary cap yang tahun ini mencapai 112 juta dolar, dengan batas atas sekitar 136 juta dolar.

Nilai akumulasi kontrak pemain di atas 112 juta dolar akan dikenai pajak sekitar beberapa persen setiap kenaikan satu dolar, dan akan lebih besar lagi jika akumulasinya di atas 136 juta dolar dengan  beberapa pengecualian di antaranya kontrak pemain rookie, bird right (pemain yang udah atau sedang menjalani empat tahun masa kontrak) yang tidak akan dikenai pajak  meskipun akumulasi nilai kontrak di atas salary cap, misal jika nilai kontrak seluruh pemain dalam satu tim mencapai 114 juta dolar, tapi tim tersebut punya rookie dengan nilai kontrak 3 juta dolar, tim TETAP tidak akan kena pajak lantaran kontrak pemain "hanya" 111 juta dolar.

capture-20210803134620-6108e808b337b35bde368e52.png

Top-25 NBA versi sebagian fans NBA, padahal versi saya (dokpri), nama-nama tersebut dikumpulkan bukan semata karena rataan poin per pertandingan, tapi juga dominasi fisik mereka atas pemain lain (terutama posisi PF atau C), dan yang terpenting kemampuan mereka memimpin rekan-rekannya meraih hasil positif, itulah yang dimiliki Steph Curry, Luka Donkic, Chris Paul (bahkan belakangan selalu membawa tim yang dibelanya berpartisipasi di babak play off), Lebron James, atau Kawhi Leonard.

Selain itu mereka berlima tidak bisa bermain dalam satu tim lantaran mereka berhak mendapatkan gaji lebih apabila sudah pernah masuk tim all star apalagi jadi juara NBA, dengan besaran presentase nilai perpanjangan kontrak yang sudah ditentukan NBA tentunya, klo nggak salah 30-35% dari nilai salary cap sebuah tim, tergantung masa baktinya di NBA.

Mereka masih bisa bergabung dalam satu tim apabila saat sudah berstatus free agent (kontrak dengan tim yang bersangkutan habis), mereka rela mendapat gaji minimum (berkisar dua sampai tiga juta dolar) yang diperuntukkan untuk pemain senior layaknya Rojon Rondo beberapa musim lalu bersama Los Angeles Lakers, meski berstatus juara NBA 2008 bersama Boston Celtics lantaran melihat peluang untuk menjadi juara lagi terbuka cukup lebar karena Lakers diperkuat banyak pemain senior yang sudah teruji andal kala itu. Hasilnya bisa kita lihat sendiri, Rondo juara bersama Lakers di salah satu musim paling ajaib di NBA lantaran babak playoff (otomatis termasuk final NBA) diadakan di satu tempat tanpa kehadiran penonton.  

Di sinilah "ketidakadilan" NBA. Meski di atas kertas setiap tim pasti mendapat anggaran yang sama setiap musim, dengan alokasi dana untuk mengontrak free agent otomatis beda-beda karena sebagian besar anggaran tersebut jelas sudah dipakai untuk mengontrak pemain yang SEDANG terikat kontrak dengan tim yang bersangkutan, sebagian besar pemain NBA, terutama yang teruji bagus dan berpengalaman (dan biasanya penampilannya mulai menurun #eh) akan memilih mengorbankan gaji besar demi peluang mendapatkan cincin juara NBA atau cincin tambahan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline