Lihat ke Halaman Asli

Akbar Daud

penulis

Konservasi Cagar Alam Maluku Utara

Diperbarui: 6 September 2019   09:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Nature. Sumber ilustrasi: Unsplash

KONSERVASI CAGAR ALAM MALUKU 

Asalamualaikum... warahmattullahi... wabarakatu....
SALAM LESTARI .....
Saat ini saya akan membahas mengenai salah satu dari beberapa burung paruh bengkok  endemik indonesia yang hampir punah atau sudah termasuk kategori burung yang hampir punah, salah satunya ialah paru bengkok atau kasturi ternate dengan nama latin LORIUS GARRULUS.

Kasturi Ternate memiliki panjang tubuh sekitar 30 cm dengan bulu dominan, berwarna merah dan kedua sayap berwarna hijau dengan warna kuning pada lipatannya.Ujung ekor dan bagian paha juga berwarna hijau sementara bagian tepi sayap dan penutup sayap bawah berwarna kuning. Paruhnya berwarna jingga dengan bagian pangkal berwarna lebih gelap. Lingkaran matanya  berwarna abu-abu dengan bola mata berwarna merah atau jingga.

Burung kasturi ternate juga memiliki tempat bermain atau display, yang salah satu tempatnya berada di tolire, dan tolire juga menjadi icon atau tempat pelepasliaran burung-burung, sehingga dewasa ini penulis mampuh mengatakan langsung, guna untuk menjadi kacamata publik. Kasturi ternate juga memiliki relung atau ruang ekologi yang bisa menjadi tempat pencariaan makanan yang berada di daerah fora. 

Hal ini harus menjadi pandangan luas sebagai masyarakat kota ternate bahwa kita juga tidak boleh menebang pohon sembarangan, sebab ada banyak burung di indonesia khususnya, maluku utara yang memiliki tempat makan atau rantai makanan yang dijamai oleh habitat/satwa tersebut. 

Oleh karena ukuran itu, penulis mencoba untuk mengajak masyarakat dan pemerintah kota ternate, supaya dapat menjaga kelestarian alam indonesia di timur indonesia. Maluku utara ialah tempat yang banyak memiliki burung-burung yang berjumlah 217, jenis burung.

Potensi fauna yang mendiami wilayah maluku utara sangatlah banyak, berjumlah 217 dan di dalamnya terdapat beberapa burung endemik dan juga reptil, amfibi. Sebagai potensi yang baik, semoga kita masyarakt maluku utara mampuh mengkonservasikan sumber daya alam ini dengan baik dan benar, supaya dengan perkembangan jaman yang milenial saat ini.

Kita dapat bersaing dengan masyarakat atau bangsa dari negara asing dalam konsep pemeliharaan dan perlindungan (konservasi) flora maupun fauna yang harus kita lihat supaya kedepannya akan menjadi potensi yang dilihat oleh kacamata dunia dan masuk zona wilayah konservatif yang bermutu/unggul di mata dunia.

Maluku utara memiliki potensi flora yang baik juga, yang sering diminati oleh masyarakat dan pemerintah maluku utara, dewasa ini kita melihat dengan berbagai macam potensi yang terdapat dimaluku utara yaitu, taman nasional, hutan mangrov, hutan pantai, hutan rawa dataran rendah. 

Semua termasuk ekosistem yang berada di wilaya maluku utara, sekedar penulis mengintermission, sebab kita memiliki banyak potensi di daerah maluku utara itu sendiri, namun kacamata kita kurang jeli dengan problem ini, masih ada beberapa dari lingkungan kita yang menebang dan mengambil lebih dari potensi cagar budaya itu sendiri, oleh karena itu kita harus butuh kesadaran dari individual.

Supaya mampuh memaknai potensi sumber daya alam hayati maupun non hayati, dan dengan kesadaran inilah, kita masyarakat mampuh memeberikan kepada anak cucu kita kelak nanti dan dapat di contohi dengan baik pula, seperti manakalah perbuatan kita yang jika kita menjaga hubungan dengan cagar budaya ini dengan baik, maka anak cucu kita akan meneruskan warisan dari para pendahulu dengan baik pula, selayaknya perbuatan yang baik akan di balas dengan kebaikan yang melebihi kebaikan itu, artinya kebaikan yang berlipat ganda.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline