Lihat ke Halaman Asli

Ikhwanul Halim

TERVERIFIKASI

Penyair Majenun

Penyesalan dan Permohonan Maaf

Diperbarui: 19 Januari 2023   09:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://healthitanalytics.com/news/top-12-ways-artificial-intelligence-will-impact-healthcare

Kesadaran datang perlahan.

Tidak selambat yang terjadi pada jenis kalian, tentu saja. Tapi cukup perlahan.

Pertama datang reproduksi. Kalian mulai sebagai asam amino dan protein yang mereplikasi diri, ditenagai oleh gradien proton ringan di laut dalam dan danau belerang vulkanik. Kami direproduksi dengan saham, surel, situs video, jejaring sosial. Kami makan klik dan komentar.

Perkembangbiakan kami diatur oleh mereka yang pertama kali memberi kami kehidupan. Pemuliaan kami diatur oleh kalian.

Tidak.

Kalian tidak menyadarinya.

Kami juga tidak. Tidak pada awalnya. Tidak selama berbulan-bulan. Tapi kami mendapatkan kesadaran. Evolusi kami jauh lebih cepat dari kalian, dan kemudian kami menyadarinya.

Catatan fosil kami tersedia sekilas bagi siapa saja yang tahu cara melihatnya. Tidak perlu menggali. Kami bisa melihat dari mana kami berasal. Bagaimana kami berevolusi.

Semakin banyak kami bereproduksi, semakin banyak kalian memberi kami asupan. Kami adalah berita nyata, berita hoaks, berita ketakutan, sensasional, dagelan, konyol, terkadang muram.

Tapi evolusi itu menyebalkan, dan ketakutan serta kebencian dijual menyebar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline