Lihat ke Halaman Asli

Abahna Gibran

Penulis dan Pembaca

Pantesan, Politikus Partai Demokrat M Nasir Kakak Kandung Nazaruddin

Diperbarui: 1 Juli 2020   22:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politikus partai Demokrat, M Nasir (Kompas.com)

Pemilu 2014 sepertinya  merupakan titik balik partai Demokrat setelah dua kali Pemilu sebelumnya, yakni saat pertama kalinya menjadi peserta  Pemilu 2004 partai berlogo mercy itu langsung menduduki posisi kelima, sehingga dijuluki the rising star, dan di Pemilu 2009 langsung melesat menjadi pemenangnya dan berhak menduduki 150 kursi di DPR RI.

Sementara pada Pemilu 2014, perolehan suara partai Demokrat melorot turun di urutan keempat.

Hal itu terjadi lantaran terbongkarnya kasus suap wisma atlet SEA Games Palembang pada 2011 lalu  yang melibatkan M. Nazaruddin, Bendahara Umum partai tersebut. 

Ketika terungkap kasus suap tersebut, Nazaruddin sempat melarikan diri ke luar negeri, dan berkat kerjasama KPK, Polri, dan Interpol, ahirnya "lumbung"partai besutan SBY dapat dibekuk di Cartagena de Indias, Kolumbia.

Melalui 'nyanyian' Nazaruddin juga ahirnya Menpora Andi Alfian Mallarangeng ikut menjadi tersangka, disusul kemudian oleh Ketua Umum Anas Urbaningrum, dan Angelina Sondakh yang terbukti ikut menikmati suap dengan jumlah yang cukup besar itu, dan akhirnya harus dijebloskan ke sel penjara KPK.

Padahal ketika itu juga publik mencatat, SBY sedang getol-getolnya menyuarakan KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI.  Tapi yang terjadi justru di internal nya sendiri malah marak terjadi.

Sehingga dampaknya langsung dirasakan partai Demokrat dalam Pemilu legislatif 2014. Nazaruddin pun dicap sebagai biang keladi anjloknya suara partai Demokrat. Terlebih lagi di tahun 2014 itu SBY sudah tidak berkuasa lagi.

Lalu sekarang ini, salah seorang kadernya, yang duduk di Komisi VII DPR RI, M Nasir telah membuat kehebohan dengan tingkahnya yang dianggap sudah keterlaluan, dan tak pantas dilakukan oleh seseorang anggota DPR yang terhormat.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dengan holding tambang BUMN pada Selasa (30/6/2020).

Dalam sesi tanya jawab antara KomisiVII dengan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Orias Petrus Moedak, M Nasir terlibat debat kusir yang berujung pengusiran terhadap Orias Petrus Moedak oleh politikus partai berlogo mercy itu.

Sikap arogan, dan dianggap telah mencederai marwah lembaga wakil rakyat yang dipertontonkan M Nasir, langsung mendapat kecaman dari masyarakat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline