Lihat ke Halaman Asli

ARI SUDRAJAT

Jurnalis

Rumahnya Roboh Setahun Silam, Warga Sukamulya Galang Dana Sendiri untuk Dirikan Rumah

Diperbarui: 23 September 2022   08:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dewi (28) warga Sukamulya berdiri di depan kerangka bambu rumahnya yang rencana ia bangun di lahan miliknya/dokpri

TANGERANG - Kisah pilu kembali datang dari warga Sukamulya. Dewi (28) warga asal Kampung Leuweung Gede Desa Parahu Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang, nekat galang dana sendiri untuk membangun rumahnya yang sudah roboh setahun silam, Jumat, (23/9/2022).

Dewi kini menyandang status sebagai janda anak dua setelah dua bulan lalu diceraikan suaminya. Ia kini tinggal di rumah warga di Kampung Leuweung Gede. Rumah peninggalan orang tuanya sudah roboh cukup lama, akibat bahan bangunan tua yang sudah rapuh.

Selain itu, Dewi juga tidak sanggup mengasuh dan memenuhi kebutuhan kedua anaknya yang masih dibawah usia lima tahun (balita). Dewi terpaksa menyerahkan anak pertamanya berusia 4 tahun ke saudaranya. Sedangkan anak keduanya masih berusia 8 bulan diasuh oleh mantan suaminya.

Kepada media, Dewi mengatakan dirinya tidak mampu untuk membangun kembali rumah yang sudah roboh, lantaran hanya bekerja serabutan rumahan membuat keset lantai, dengan upah Rp7 ribu dalam seminggu bekerja.

"Saya sudah pasrah aja, rumah gak bisa lagi dibangun karena buat sehari-hari saja susah, saya bekerja serabutan rumahan bikin keset lantai di tetangga, seminggu paling dapat Rp7 ribu," kata Dewi saat dijumpai media di tempat kerjanya.

Dewi (28) saat sedang bekerja dan menunjukkan hasil keset lantai dirumah tetangganya/dokpri

Saat ditanya soal penggalangan dana sendiri, ia mengaku terpaksa ia lakukan karena ingin memiliki rumah yang layak dan tidak lagi menumpang dirumah tetangganya.

"Iya saya terpaksa Galang dana keliling di kampung minta bantuan buat beli bahan bangunan rumah, saya dapet sekitar Rp100 ribu lebih, awalnya saya kumpulin tapi lama kelamaan kepake buat makan sehari-hari" ungkapnya.

Lanjut Dewi, dirinya sudah meminta bantuan Ketua RT dan Pemerintah Desa. Kemudian ia diberikan uang Rp300 ribu lalu dibelanjakan bambu, yang kini sudah terpasang di lahanya dengan ukuran 5x8 meter. Hanya baru kerangka bambu belum bisa melanjutkannya karena tidak ada biaya.

"Saya sudah minta bantuan sama pak RT dan pak lurah. Alhamdulillah saya dikasih uang Rp300 ribu langsung saya belanjakan bambu yang sekarang dipasang di lahan saya" ujarnya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline