Lihat ke Halaman Asli

Ardy Firmansyah

TERVERIFIKASI

Mencari candu yang baru | Surat-surat Nihilisme

3 Buku yang Harus Dibaca Sebelum Pilpres 2024

Diperbarui: 20 Januari 2021   17:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ada 3 buku yang harus dibaca untuk bekal nih sebelum Pilpres 2024, emang apa aja ya? (theepochtimes.com)

Ramai berita tentang Mbak You terkait ramalan lengsernya Pak Jokowi sebagai presiden. Meski diklarifikasi kembali, bahwa Pak Jokowi akan turun dari tahtanya pada Tahun 2024.

Ealah, gimana sih, semua orang sudah tahu kalau itu, hehe. 

Gegara berita ini, saya ingin berbagi buku bacaan yang mungkin relevan nih, sebelum kita berjalan menuju Pilpres 2024.

Kita tahu sendiri, Pilkada 2017 dan Pilpres 2019 menimbulkan banyak konflik mulai dari media sosial sampai di jalanan yang berujung demonstrasi. 

Terjadi perpecahan dan narasi yang tidak sehat dan menjelek-jelekan antara satu sama lain. Yang malah membuat pertengkaran, saling membenci dan sampai memutus hubungan pertemanan dan saudara karena hal tsb. 

Nah gimana ya biar Pemilu atau Pilpres kedepannya bisa sehat gitu? Demi menjaga pancasila dan demokrasi, mungkin rekomendasi bacaan ini bisa bermanfaat buat teman-teman. 

1. Islam, Otoritarianisme, dan Ketertinggalan

Sumber: Ebooks Gramedia

Buku ini ditulis oleh Ahmed T. Kuru, seorang profesor ilmu politik dan direktur dari Center for Islamic and Arabic Studies di San Diego University. Dalam buku ini dijelaskan tentang kenapa negara dengan mayoritas penduduk Muslim banyak mengalami ketertinggalan daripada negara Eropa, baik dari segi sosio ekonomi dan ilmu pengetahuan. 

Padahal saat abad ke 8 - 12 setidaknya negara Muslim saat itu memiliki peradaban yang maju loh dibandingkan negara-negara Eropa yang sedang mandek. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline