Lihat ke Halaman Asli

Siska Dewi

TERVERIFIKASI

Count your blessings and be grateful

Mengenal 9 Ciri Kepribadian Insan Terpercaya

Diperbarui: 3 Juni 2022   18:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi insan terpercaya (foto oleh Sora Shimazaki dari Pexels)

Budaya saling percaya merupakan fondasi imperatif bagi setiap organisasi. Pada umumnya, budaya saling percaya dibangun oleh para pemimpin organisasi.

Namun demikian, sekalipun belum menjadi pemimpin organisasi, insan terpercaya akan senantiasa berperilaku dengan integritas, kompetensi, dan kebajikan.

Menurut Cynthia Bazin, seorang motivator di bidang pengembangan kepribadian, strategi bisnis, dan penjenamaan, ada 9 ciri kepribadian yang dimiliki oleh seorang insan terpercaya. Mari kita sigi satu per satu.

Pertama, mereka autentik (They are authentic)

Melansir psychologytoday, individu yang autentik adalah mereka yang menyelaraskan tindakan dengan nilai-nilai inti dan keyakinan yang dianut. Mereka berusaha menemukan dan bertindak selaras dengan diri mereka yang sebenarnya.

Mereka mungkin mengalami perasaan negatif jika melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai inti dan keyakinan yang dianut. Perasaan negatif ini dapat berupa ketidaknyamanan ringan hingga rasa bersalah yang berat.

Sebagai contoh, orang yang menjunjung tinggi nilai kejujuran akan merasa tidak nyaman ketika terpaksa berbohong.

Kedua, mereka konsisten (They are consistent)

Menurut KBBI, konsisten dapat berarti tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek. Ketika individu dipersepsikan sebagai insan terpercaya, lingkungan mengharapkan mereka secara konsisten menunjukkan perilaku yang positif.

Namun demikian, secara konsisten menunjukkan perilaku positif bukanlah perkara mudah. Ada hari-hari tertentu ketika kita merasa lelah karena beragam alasan.

Agar dapat berperilaku positif secara konsisten, beberapa orang teman saya memanfaatkan gratitude journal. Setiap malam sebelum tidur, mereka bersyukur atas hal-hal positif yang mereka alami sepanjang hari dan mencatatnya.

Teman saya yang lain membuka hari dengan mengucapkan doa syukur atas nafas kehidupan di hari yang baru. Teman yang lain lagi mempraktikkan meditasi.

Senantiasa bersyukur dan optimis menatap hari depan membantu kita untuk bersikap positif, terlepas dari betapa negatifnya kondisi yang kita hadapi.   

Ketiga, mereka berintegritas (They have integrity)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline