Lihat ke Halaman Asli

Alviyatun

ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Belajar Memperbaiki Bacaan Al Quran Selama Ramadhan

Diperbarui: 15 April 2021   14:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: Ibrahim Mucahid Yildiz (Pixabay)

Alhamdulillah, ramadhan tahun ini 1442  masih kita jumpai, meski dengan suasana yang berbeda. Jika tahun lalu ramadhan dalam suasana awal pandemi, di mana masyarakat belum begitu memahami bagaimana tata cara melaksanakan kegiatan selama ramadhan di tengah pandemi, sehingga pemerintah memberlakukan larangan beribadah di masjid.

Tetapi tahun ini masyarakat sudah beradaptasi dengan pandemi dengan semakin meningkatnya pengetahuan dan kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan dalam beribadah dan berkegiatan di masjid, sehingga pemerintah memberanikan diri membuka pintu dengan membolehkan beribadah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi jamaah.

Selama bulan suci ramadhan, banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Untuk saya pribadi di sela-sela kegiatan rutinitas harian, menargetkan untuk memperlancar bacaan Al-Qur'an yang sampai saat ini masih banyak yang harus dibenahi. Target ini akan bisa tercapai dengan niat yang sungguh-sungguh untuk menggapai berkah dan pahala di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

Seperti hadist Rasulullah Muhammad SAW yang berbunyi : "Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."(HR.Bukhori).

Belajar membaca Al-Qur'an yang saya lakukan adalah mulai dari memperbaiki tajwidnya. Tajwid adalah mempelajari hukum bacaan Al-Qur'an agar sesuai kaidah sehingga bacaan menjadi baik dan benar, bagaimana panjang pendeknya, dengungnya, bacaan samar, pengucapan hurufnya bila bertemu dengan tanwin atau tasydid, dan masih banyak lagi. Oleh karena banyak hukum bacaan Al- Qur'an ini, maka untuk mempelajarinya tidak bisa sekaligus dapat dipelajari dalam satu waktu. Mempelajari Al-Qur'an adalah dengan dilatih secara bertahap dan telaten. Memperkuat niat untuk bisa membaca dengan benar, harus ditanam dalam hati. Dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh, insyaallah Allah akan mempermudah tercapainya tujuan.  

Saat dulu saya masih sekolah dasar (SD), tahun 1980 an, adalah pertama kali belajar membaca Al-Qur'an. Kami anak-anak di dusun belajar kepada seorang tetangga yang dikenal sebagai seorang guru, yang juga pandai membaca Al-Qur'an. Setiap habis maghrib kami berkumpul di rumah guru tersebut dan diajari satu persatu. Tetapi tidak mengenal yang namanya tajwid. Cara belajar model lama. Alif fathah a, alif kasroh i, alif dhomah u...dibaca a...i...u, dan seterusnya.

Kondisi ini berlangsung cukup lama, sampai suatu hari saat saya sudah menikah dan memiliki anak pertama (1995), yang lima tahun kemudian anak saya belajar mengaji di masjid kota kecamatan, baru mengenal yang namanya tajwid. Saat itu anak saya belajar mengaji dengan metode IQRA' yang dikembangkan oleh As'ad Humam dan Team Tadarus AMM Kotagede, Yogyakarta.

Metode IQRA' ini terdiri dari 6 jilid buku, jilid 1 sampai dengan jilid 6. Setiap jilid buku ada ujian bacaannya untuk menguji kemampuan sebelum naik ke jilid berikutnya. Dari situlah saya ikut belajar metode IQRA' secara otodidak, sambil menunggu anak mengaji. Kemudian belajar metode IQRA ini sempat terhenti, dan berlanjut kembali dengan belajar bersama teman-teman sekantor yang dipandu oleh para ustadz dari team Kantor Urusan Agama setempat. Sampai saat ini pun masih berlangsung.

Foto : Kegiatan belajar membaca AlQur'an bersama Ustadz/ustadzah dari KUA 9dokpri)

Dan di bulan ramadhan yang penuh berkah ini, di mana setiap ibadah dilipatgandakan pahalanya, umat muslim berlomba-lomba untuk meraihnya. Termasuk belajar membaca Al-Qur'an ini. Di mana seperti sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. Bukhari).

Membaca Al-Qur'an adalah kegiatan yang sangat dianjurkan apalagi di bulan suci ramadhan. Memperbaiki bacaannya menurut saya adalah keharusan, karena jika membaca dengan bacaan yang tidak benar, maka bisa merubah arti dari bacaan tersebut. Bagi saudara-saudara yang sudah berumur seperti saya, yang ingin belajar memperbaiki bacaan Al-Qur'an, memang akan menemui sedikit kesulitan seperti melafazkan huruf per huruf tertentu. Seperti huruf (kho), yang sering dibaca keliru. Juga dengan huruf (kha) sering keliru dibaca ka. Dan masih banyak lagi huruf yang lain. Tetapi tidak mengapa, karena semua berproses tidak bisa instan. Dan mohon maaf, lidah orang yang sudah berumur memang sudah seperti kaku untuk belajar membaca, tetapi siapapun yang mau belajar membaca Al-Qur'an, Allah akan memudahkannya dalam belajar. Banyak orangtua yang tekun dan berhasil mampu membaca Al-Qur'an dengan benar dan malah sampai khatam.

Dilansir dari eramuslim.com, salah satu keutamaan belajar membaca Al-Qur'an adalah orang yang pandai membaca Al-Qur'an akan disediakan tempat yang paling istimewa di surga bersama para malaikat yang suci. Sedangkan orang yang membaca terbata-bata (belum pandai), maka ia akan diberi dua pahala yaitu pahala mau belajar dan kesungguhan membaca, sesuai dengan sabda Rasulullah saw, "Orang yang pandai membaca Al-Qur'an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala." (H.R Bukhari & Muslim).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline