Lihat ke Halaman Asli

Alfredsius Ngese Doja Huller

Penulis adalah salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang dari Seminari San Giovanni xxiii Malang

Kunci Keberhasilan Indonesia 2045

Diperbarui: 15 September 2022   01:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi: Indonesia di 2045. Sumber: futuready.com

Budiman Sudjatmiko dalam kesempatannya memberikan Webinar kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang mengatakan bahwa ia memiliki lima obsesi dalam hidupnya. 

Pertama, memperjuangkan kebebasan manusia. Inilah yang menjadi perjuangannya selama masa Orde Baru hingga akhirnya ia harus terkungkung selama 13 tahun di dalam penjara. Kedua, kesetaraan dan keadilan. 

Setelah kebebasan diraih ia terdorong untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan. Ketiga, Kemajuan manusia. Keempat, ia menyebutnya dengan istilah manusia filosofis. 

Maksudnya adalah manusia harus semakin berdaulat menjadi pemimpin atas alat bukan diperalat oleh alat. Dan yang kelima, Kelestarian manusia. Lagi menurutnya kelestarian manusia hanya akan terwujud apabila manusia memiliki spiritualitas.

Obsesi ini menurut saya menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi Indonesia di 2045. Asalkan semuanya saling bersinergi untuk mendukung kemajuan Indonesia sebagai rumah bersama. Terutama kaum muda di Indonesia. 

Namun yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi kaum muda hingga memiliki jiwa untuk membangun masyarakat dan pada akhirnya membangun bangsa? Juga apa yang harus dipersiapkan untuk mencapai negara maju di 2045 mengingat Indonesia memiliki potensi untuk itu.

Sebagai generasi muda bapak Budiman Sudjatmiko telah menjadi contoh menjadi warga negara yang memiliki loyalitas yang tinggi terhadap bangsa. Oleh karena itu generasi muda sekarang pun perlu menanamkan dalam sanubari akan rasa bangga terhadap Indonesia. 

Agar tumbuh rasa cinta tanah air sebagai generasi muda perlunya merasakan atau menikmati indahnya Indonesia. Sebab setelah menyadari betapa Indahnya negara kita tercinta ini, kita akan tergerak untuk tetap menjaga dan melestarikannya sebab Indonesia telah menjadi rumah yang nyaman bagi kita. 

Selain itu seperti yang dikatakan oleh bapak Budiman untuk mempersiapkan itu ada sikap-sikap yang harus kita miliki untuk menghadapi yang namanya era keberlimpahan (free economy). Salah satunya adalah tetap mengenal ilmu kritis yang masih sangat relevan bahkan harus diajarkan sejak Sekolah Dasar.

Zaman akan berubah dan semuanya akan menjadi sejarah. Tetapi buah pemikiran yang cerdas bisa saja dipakai untuk segala zaman sebelum ditemukannya alternatif lain yang lebih praktis dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline