Lihat ke Halaman Asli

Adam Afrixal Sinuraya

Seorang Penulis Biasa

Semangat Prospek Positif UMKM Balikpapan dalam Event Kopiwriting JNE X Kompasiana

Diperbarui: 31 Oktober 2018   17:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Balikpapan memang sudah lama dikenal sebagai kota Minyak, sebuah kota yang berperan besar dalam pengelolaan minyak. Minyak adalah sumber daya alam yang terbatas dan dalam perkembangan zaman akan di gantikan suatu saat nanti. Pembangunan infrastruktur dari Balikpapan harus berubah juga mengikuti perkembangan zaman dan mulai memperhatikan sektor lainnya yang bisa menjadi potensi. Salah satu kekuatan yang dimiliki Balikpapan adalah pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Pelaku UMKM di Balikpapan meningkat dengan pesat, dan meliputi berbagai jenis bidang dari fashion, kriya, hingga kuliner. Kualitas dan keunikan produk yang ditawarkan belum tentu menjadi jaminan sebuah kesuksesan sebuah bisnis. Semua UMKM dan Industri Kreatif yang dibangun memerlukan berbagai macam fasilitas dan infrastruktur pendukung agar bisa tumbuh dengan baik.

Salah satu pembangunan infrastruktur pendukung UMKM yang sedang dilakukan oleh pemerintah adalah pembangunan jalan tol Balikpapan--Samarinda yang ditargetkan akan selesai di akhir 2018. Tentunya dengan adanya pembangunan infrastruktur tersebut, akan semakin membuka potensi UMKM yang ada di wilayah Balikpapan dalam biaya distribusi barang dan menjangkau area yang lebih luas.

dokpri

Sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan UMKM lokal di Balikpapan, JNE sebagai perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik yang telah menjalankan bisnisnya selama hampir 28 tahun di Indonesia menggelar acara KOPIWRITING bersama Kompasiana dengan tema "Peran Infrastruktur dalam Memajukan Industri Kreatif" yang digelar di Blue Sky Hotel Balikpapan pada Kamis (25/10/2018).

Pada pertemuan KOPIWRITING Kompasiana x JNE kali ini, saya beruntung dapat bertemu beberapa stakeholder penting dalam pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Balikpapan. KOPIWRITING menghadirkan Ibu Doortje Marpaung selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Balikpapan untuk memberikan insight dari kepemerintahan, lalu ada Dahlia Gracendy yang memberikan perspektif pelaku usaha di Balikpapan dan tentunya Mayland Hendar Prasetyo yang mewakili JNE sebagai salah satu pendukung kegiatan distribusi barang di Balikpapan.

"Tantangan yang kerap dihadapi oleh UMKM di Balikpapan antara lain bagaimana terus menjaga konsistensi kualitas produk, harga yang mampu bersaing, sampai ke persoalan bagaimana memanfaatkan teknologi untuk marketing melalui media sosial. Selain itu juga, belum optimalnya ekspor baik melalui pelabuhan dan bandara merupakan tantangan lainnya bagi UMKM Balikpapan", kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Balikpapan Doortje Marpaung.

Doortje mengatakan bahwa untuk Balikpapan memang harus bangkit. Kita sudah tertinggal dibandingkan dengan daerah daerah lain di Jawa yang sudah merintis bisnisnya (terutama produk lokal seperti batik dan makanan khas) bertahun tahun sebelum Balikpapan memulai.

Lebih lanjut, Doortje mengungkapkan, untuk mendukung perkembangan UMKM di Balikpapan,  Dinas Koperasi dan UMKM Balikpapan bersinergi dengan para stakeholders setempat untuk melakukan pembinaan dan pelatihan terkait produk, kemasan, marketing, dan lainnya agar UMKM di Balikpapan bisa berkembang lebih merata dan variatif. Salah satu langkah nyata yang dijalankan adalah dibentuknya pelatihan dan sebuah sanggar pembuatan Batik khas daerah Balikpapan.

"Yang jadi tantangan bagi pelaku UKM di daerah seperti kami, utamanya memang masalah pendistribusian barang yaitu masalah ongkos kirim barang. Apalagi produk Timoer Laut adalah snack makanan ringan yang oleh ekspedisi selalu dikenakan volume dalam pengirimannya. Jadinya pas produk kami sampai di pulau Jawa, harganya sudah tidak kompetitif, sangat kontradiktif dengan pasar di pulau Jawa yang menginginkan makanan murah, enak, dan banyak," kata Dahlia Gracendy, Head of Marketing Kampoeng Timoer.

Dahlia pun menambahkan bahwa dengan adanya distribusi yang baik dan terjangkau maka bukanlah tidak mungkin bagi produk UMKM Balikpapan untuk mencapai pasar luar negeri. Dahlia cukup percaya diri bahwa dengan harga yang kompetitif dan distribusi bahan baku yang lebih baik serta murah, produk Kampoeng Timoer akan dapat berkembang dan tumbuh di seluruh Indonesia dengan pesat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline