Lihat ke Halaman Asli

Menengok Kerusakan Ekologis di Pegunungan Tengger: Pendangkalan Ranu Pane

Diperbarui: 7 Agustus 2019   23:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://docplayer.info

Ranu Pane adalah sebuah nama yang tidak asing lagi di telinga masyarakat. Sejak boomingnya kegiatan mendaki gunung, nama Ranu Pane menjadi akrab. Walaupun tidak setenar Ranu Kumbolo, tapi Ranu Pane cukup dikenal oleh kalangan masyarakat, khususnya pegiat alam bebas.

Ranu Pane adalah sebuah danau yang terletak di kaki gunung Semeru, pada ketinggian 2100 meter di atas permukaan laut, masuk dalam wilayah kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Di sekitar danau ini juga berdiri sebuah desa yang diberi nama sama dengan danau tersebut. Desa ini yang menjadi titik terakhir ketika para pendaki akan melakukan aktifitas pendakian ke gunung Semeru.

Akses menuju desa ini cukup memacu adrenalin, dengan jalan sempit naik turun. Dapat ditempuh dengan sepeda motor atau mobil, dengan jarak tempuh sekitar 3 jam dari Kota Malang.

Karena daerah yang cukup jauh dari kota, sinyal handphone di sini jadi cukup sulit. Beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2015, penulis terakhir mengunjungi desa ini masih belum terdapat sinyal.

Namun kemarin baru saja penulis kembali kesini, sinyal Smartfren sudah dapat dijangkau dari sini.

Awal saya tahu kasus ini, muncul beberapa video di youtube ketika saya sedang enjoy berselancar internet menggunakan Smartfren kuota melimpah dan teman pintar teman cerdas saya selama ini. Dari video tersebut, saya langsung tergugah.

Danau ini dahulu, terlihat indah dan alami, dengan air jernih dan berbagai biota air hidup di dalamnya. Namun saat ini, danau ini terancam musnah akibat pendangkalan.

Dahulu, kedalaman Ranu Pane mencapai 40 meter, sedangkan sekarang hanya 2-5 meter. Diprediksi danau ini akan lenyap jika pendangkalan akan terus terjadi.

Pendangkalan ini terjadi oleh beberapa factor. Tapi, system pertanian yang dijalankan di desa Ranu Pane lah yan dianggap menjadi biang keladi.

Danau Ranu Pane berada di titik terendah di Desa Ranu Pane, sehingga aliran air dari desa ini bermuara di danau. Akibatnya, tanah dari lading yang terbawa air hujan turut hanyut memenuhi danau ini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline