Lihat ke Halaman Asli

Aat Atoilah

Hanya orang biasa yang ingin terus belajar dan memperbaiki diri

Menulis Berarti Menumbuhkan Kecerdasan

Diperbarui: 14 Januari 2022   09:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

pawelcislo.com

Menulis adalah upaya menggambarkan tentang pikiran, ide, perasaan dalam bentuk simbol.(Hargrove dan Pottet) Simbol yang dimaksud disini adalah simbol system bahasa penulisan. 

Bahasa tulisan inilah yang digadang-gadang sebagai media sarana komunikasi (1998:239). sedangkan pengertian Menulis Menurut KKBI menulis itu seperti halnya penulis menulis surat. Saat menulis surat. Secara tidak langsung kita akan menuangkan maksud, gagasan, opini dan ide kita ke dalam rangkaian kalimat.

Menulis tidaklah seperti mudahnya berbicara, berdiskusi ataupun penyampaian pesan lainnya melalui kata yang terucap. menulis gampang-gampang susah, maka dari itu tak semua orang bisa membuat ide dan gagasannya menjadi bentuk tulisan atau sebuah buku. karena semua itu butuh kecerdasan berpikir dan latihan yang secara continu. 

setiap penulis pasti memiliki latar belakang yang berbeda, dari segi pendidikan, kehidupan sosial, budaya dan aspek lainnya. sehingga gaya penulisannya akan objektif dan berspektif sesuai keahlian dan bidangnya. namun dengan menulis jadilah persatuan yang bernama penulis. dari penulis profesional sampai penulis biasa seperti saya. 

Adapun gelar, pangkat atau pencapaian akademik lainnya tidak terlalu berpengaruh. karena yang dilihat isi atau konteks tulisannya yang bagus, relevan, singkat, padat, jelas, bermanfaat serta mencerahkan. atau bahasa lainnya disebut sangat baik dan efektif.

Memang lebih bagus atau tepatnya tulisan dilatar belakangi oleh gelar atau sesuai bidang yang ditekuni atau dikuasainya, sehingga ia fokus untuk membahas suatu hal yang memang hasil dari pemikiran atau benar-benar pengalaman dirinya yang absolut.  

sama halnya seperti saat berdiskusi, berdebat, berdialog atau semacamnya. terkadang seseorang memamerkan gelar yang disandangnya, contoh salah satu pembicara mengatakan saya sekolah tinggi, saya profesor saya doktor saya lulusan dari ini dari itu memang anda siapa, sekolahmu dimana. 

Padahal tetap saja jika isi argumen atau pembicaraannya tidak sesuai konteks atau bisa dikatakan penguraian kalimat atau pendapatnya tak berbobot, jusru akan memalukan pribadinya yang tak sesuai dengan gelarnya. 

Tetapi inilah kelebihan seorang penulis, meski apapun pangkat, jabatan, pekerjaan atau latar belakang, bahkan tak ada batasan usia maupun gender, siapapun itu bisa belajar menulis hingga menjadi penulis handal dan profesional.

Mari kita kembali pada judul tulisan ini.  Menulis berarti menumbuhkan kecerdasan, seperti yang sudah diuraikan diawal bahwa menulis itu antara pemikiran, ilmu, emosional dan segala pengalaman serta niat dan pesan yang ingin disampaikan dituangkan dalam tulisan dan semua itu butuh kecerdasan untuk merangkainya dengan baik dan benar, sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa dimengerti dan dipahami oleh pembaca. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline