Lihat ke Halaman Asli

Arbi Sabi Syah

Jurnalis Komparatif.id

Dunia Bersiap Menyambut Metaverse

Diperbarui: 3 Oktober 2022   11:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Metaverse adalah masa depan. Foto: edoostory.id.

Metaverse sedang menjadi pembicaraan hangat dalam dua tahun terakhir. Banyak perusahaan raksasa di dunia teknologi informasi mulai menangkap peluang munculnya metaverse. Sebut saja Facebook dan Microsoft yang telah menjadikan metaverse sebagai bagian untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Metaverse itu adalah suatu hal fiktif yang akan berkembang menjadi sesuatu yang nyata. Tentu saja, ada banyak orang yang bingung tentang metaverse. Apa gerangan ianya, dan seperti apa rupanya.

Komparatif.id akan membahasnya lebih detil dalam tulisan berikut. Hal ini penting agar pembaca memahami bagian awal dari fungsi adanya metaverse bagi kehidupan manusia di masa yang akan datang.

Untuk memulai, kita harus menyadari bahwa sebagian besar metaverse masih dalam tahap konseptual. Oleh karena itu, akan memakan waktu lama sebelum ide ini muncul dalam bentuk praktis. Bahkan, akan ada iterasi karena bergantung pada perkembangan teknologi.

Kita bisa melihat metaverse dengan cara ini:

-Simulasi penuh Metaverse di mana orang memiliki pilihan di mana mereka menghabiskan hidup mereka: Abad pertengahan hingga akhir.

-Pengalaman imersif seperti bermain game yang menggabungkan pekerjaan, bermain, hiburan, dan sosialisasi: pertengahan 2030-an.

Internet Berbasis 3-D
Salah satu premis utama yang akan kita lihat muncul adalah gagasan tentang internet yang bergerak dari layar datar ke 3-D. Melalui realitas campuran, bahkan Brain Computer Interface (BCI) yang membuat cara kita berinteraksi di internet berubah.

Internet berbasis 3-D saja akan membuka pintu bagi banyak kemungkinan. Jelas, dibutuhkan permainan ke tingkat yang sama sekali baru. Teknologi grafis meningkat pesat selama beberapa dekade terakhir ke titik di mana mereka mendekati kualitas bioskop. Virtual Realiti (VR) hanya akan mendorong ini lebih jauh ke depan, memperkaya pengalaman.

Augment Reality (AR) juga akan berdampak besar. Ini akan menjadi jembatan antara dunia fisik dan digital. Banyak yang memperdebatkan AR versus VR yang cukup seru. Keduanya akan menjadi bagian dari beberapa dekade mendatang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline