Mohon tunggu...
Amirsyah Oke
Amirsyah Oke Mohon Tunggu... Hobi Nulis

Pemerhati Keuangan negara. Artikel saya adalah pemikiran & pendapat pribadi.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Tetap Berkarya (Menulis) Walau Dihina

27 Juni 2019   11:06 Diperbarui: 29 Juni 2019   14:21 337 18 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tetap Berkarya (Menulis) Walau Dihina
Ilustrasi menulis (sumber: Kompas.com)

Apaan itu nulis di Kompasiana? Tulisannya panjang gak jelas! Asal nulis! Tulisannya gak penting! Demikianlah beberapa komentar yang saya terima dari berbagai pihak sehubungan dengan tulisan-tulisan yang dibuat.

Kalau dibaperin, maka hal tersebut akan mengganggu perasaan, hati dan jiwa. Akibatnya mood dan semangat menulis menjadi menurun bahkan hilang. Tapi saya memilih mengabaikannya dan terus menulis apapun yang ingin ditulis. Selama tulisan saya tidak berisi hoaks/fitnah, tidak merugikan orang lain dan jangan sampai melanggar hukum.

Salah satu yang membuat tetap bertahan untuk menulis adalah ketika mengetahui bahwa yang menghina ternyata tidak bisa menulis atau tidak memiliki karya. Jikapun memiliki tulisan, maka prestasinya tidak lebih baik.

Bila ternyata memang jago menulis dan memiliki banyak karya yang berkualitas serta disukai publik secara luas, maka saya akan belajar dari karya-karyanya. Memanfaatkan karya orang yang menghina kita untuk keuntungan kita juga. Akan tetapi biasanya yang senang menghina karya orang lain adalah mereka yang tidak memiliki karya ataupun yang tidak memiliki prestasi.

Untunglah menulis di Kompasiana memberikan banyak keuntungan. Kompasiana selalu memberikan tantangan menulis topik-topik tertentu atau topik-topik yang tengah hangat menjadi pembahasan masyarakat luas. Belum lagi banyak hadiah yang bisa didapatkan dengan menulis di Kompasiana. Akibatnya saya lebih fokus untuk menulis daripada memikirkan hinaan yang didapatkan.

Selain itu, menulis bagi saya adalah sarana belajar sekaligus rekreasi. Keinginan menulis membuat keingintahuan meningkat. Bila hendak menulis tentang satu topik, otomatis harus membaca banyak bahan atau materi. Bahkan tak jarang sampai harus mencari atau mendapatkan data dan mengolah data untuk membuat tulisan.

Menulis sebagai sarana rekreasi membuat perasaan menjadi lega, plong dan bahagia. Menulis tidak hanya soal mengolah kata atau kalimat. Menulis juga termasuk di dalamnya mengolah rasa. Ada rasa yang terselip dalam tulisan sehingga membuat penulisnya menjadi lega bahkan bahagia.

"Menulis bagi saya adalah sarana belajar sekaligus rekreasi. Keinginan menulis membuat keingintahuan meningkat. Bila hendak menulis tentang satu topik, otomatis harus membaca banyak bahan atau materi."

Bila konsisten menulis dan terus berusaha meningkatkan kemampuan menulis, maka lambat laun akan memberikan keuntungan bahkan mungkin banyak keuntungan. Dari awalnya hanya menulis saja, akhirnya bisa membuat dan menjual buku atau sejenisnya. Apalagi jika tulisan tersebut sampai diangkat menjadi sebuah film yang bernilai komersial. Bila telah menjadi penulis terkenal, maka bisa juga sekaligus menjadi pelatih atau pengajar menulis.

Atau setidaknya bisa mendapatkan keuntungan dengan menulis di Kompasiana. Saat ini tulisan yang dipublikasikan di Kompasiana mendapatkan reward finansial yang diberikan setiap bulan. Makin banyak publik yang membaca tulisan, maka makin banyak pula reward yang didapatkan.  

Dalam setiap kesempatan ketika ada yang bertanya tentang kiat atau cara menulis. Saya selalu menyarankan untuk melakukannya secara langsung, yaitu belajar menulis dengan langsung menulis. Jika menemukan kesulitan, bisa sambil belajar dengan membaca tulisan lain atau materi terkait yang hendak ditulis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN