Mohon tunggu...
Amirsyah Oke
Amirsyah Oke Mohon Tunggu... Hobi Nulis

Pemerhati Keuangan negara. Artikel saya adalah pemikiran & pendapat pribadi.

Selanjutnya

Tutup

Sehatdangaya Pilihan

Mengendalikan Emosi Kala Bermedsos

26 Mei 2019   13:57 Diperbarui: 26 Mei 2019   13:58 25 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengendalikan Emosi Kala Bermedsos
Ilustrasi marah di Medsos (Sumber: hellosehat.com)

Ada yang bertekad selama bulan Puasa juga puasa media sosial (medsos). Alasannya medsos itu banyak mudharatnya yang bisa membatalkan puasa dan menghilangkan pahala puasa. Memang ada benarnya dan pilihan tersebut patut dihormati.

Saya pribadi berpendapat tidak perlu menghindari medsos saat bulan puasa. Alasan utamanya karena melalui medsos kita bisa mendapatkan banyak kebaikan dan juga insya allah dapat pahala. Kebetulan di medsos juga saya bisa belajar agama karena menjadi follower beberapa ulama yang tinggi ilmu namun santun dalam berdakwah.

Saya bisa belajar dari ahli tafsir Prof. Muhammad Quraish Shihab. Dengan mengikuti K.H. Musthofa Bisri atau Gus Mus bisa menyimak dakwah-dakwah yang sejuk. Menyimak pengetahuan agama penuh gizi dengan referensi kitab-kitab para ahli dari Prof. Nadirsyah Hosen. Mendapat pencerahan terkait fiqh dari Ustads Ahmad Sarwat. Saya bisa rugi besar jika tidak mengakses medsos walaupun satu hari saja.

Tentu saja konten-konten negatif dan kurang baik di medsos tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa dihindari. Ada yang hobi membuat status berisi caci maki pada pihak yang berbeda. Ada yang tetap sebar hoax untuk menunjukkan dukungan politik ataupun perasaan membela agama. Dan lain sebagainya.

Jika mendapati yang demikian, maka tanpa ragu saya lakukan hide status dan jika perlu melakukan blokir. Hal ini bukan berarti memutuskan silaturahmi karena silaturahmi tetap bisa berlangsung dengan berbagai cara lainnya. Tindakan demikian adalah salah satu upaya menghindari godaan marah dan emosi di medsos.

Terhadap informasi dan konten-konten lainnya di medsos yang kita tidak sependapat, cukup dilewati saja. Jika tertarik membaca dan ingin bereaksi, jangan sampai memilih emotikon marah. Cukup gunakan tanggapan tertawa ataupun emotikon terpesona.

Malah dengan tetap mengakses medsos, kita bisa berpartisipasi positif dengan melawan informasi hoax, fitnah, hasud dan provokasi. Hoax dilawan dengan menyajikan informasi yang sebenarnya berdasarka bukti dan sumber kredibel. Penyebar hoax juga bisa sekalian dilaporkan ke pihak-pihak yang berwenang untuk dipantau dan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Puasa adalah perilaku mengendalikan hawa nafsu. Itu artinya berpuasa bukanlah menutup diri agar sama sekali tidak menemui godaan atau mendapatkan ujian untuk mengendalikan hawa nafsu. Makin besar godaan yang mampu dihadapi sehingga tidak tergoda, maka kemungkinan besar mendapatkan lebih banyak kebaikan, termasuk pahala.

Semoga kita semua mendapatkan kemenangan yang hakiki dari keberkahan bulan Ramadhan. Mudah-mudahan akan memberikan ketenangan jiwa dan kearifan berfikir. Diharapkan akan membuat kehidupan kita lebih banyak memberikan manfaat daripada keburukan pada sesama dan alam semesta.

VIDEO PILIHAN