Mohon tunggu...
Amiroh Untsal Asad
Amiroh Untsal Asad Mohon Tunggu... Mengeluarkan pikiran dan perasaan yang berkelut dengan menulis.

Selamat datang di dunia pikiran dan perasaan saya yang amburadul.

Selanjutnya

Tutup

Finansial

The New Behavior of Buying Harus Disemarakkan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

25 Mei 2020   06:16 Diperbarui: 25 Mei 2020   07:48 29 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
The New Behavior of Buying Harus Disemarakkan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Getty Images

Sampai dengan saat ini, Indonesia masih harus bertempur dengan musuh kasat mata yang terus memangsa tanpa celah. Bahkan data per 23 Maret menyebutkan bahwa terdapat 21.745 orang yang menyandang status positif.

Dengan segala daya upaya, pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka memeranginya, mulai dari social distancing, physical distancing, hingga PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Dari semua kebijakan yang telah dikeluarkan tersebut, nampaknya virus masih berkeliaran dan menyebar secara masif di tengah masyarakat.

Absolutely, hal ini juga tidak mengagetkan karena terdapat disintegrasi yang besar antara pemerintah dan masyarakat sehingga perlawanan terhadap virus yang seharusnya dilakukan secara bersama-sama, malah menjadi pilihan individual yang tidak seirama. Dalam hal ini, masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Bahkan, fenomena "ngeyelnya" masyarakat ini juga sempat heboh di berbagai media sosial dengan postingan tagar #IndonesiaTerserah. Contohnya saja banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong menyerbu Mal CBD Ciledug, momen ledakan pengunjung demi menyaksikan penutupan McD Sarinah, ataupun fenomena orang-orang yang nekat mudik menjelang lebaran.

Dengan situasi yang masih tidak aman dan potensial tersebut, pemerintah dan masyarakat pastinya harus tetap survive untuk menghadapi serangan  Covid-19 ini. Apalagi, virus ini berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan. Nah, salah satu aspek vital yang harus beradaptasi tersebut adalah ekonomi, baik itu ekonomi mikro maupun ekonomi makro.

Salah satu permasalahan ekonomi di tengah pandemi tersebut adalah masyarakat mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari karena mobilitas yang biasanya dilakukan dengan mudah harus dibatasi sebagai upaya tindakan preventif. Terlebih, untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah, hal ini semakin pelik dikarenakan harga-harga yang menjadi tidak tentu dan tindakan masyarakat ekonomi menengah ke atas yang melakukan konsumsi berlebihan seperti dengan cara panic buying.

Maka dari itu, untuk menyikapi hal ini diperlukan sebuah perilaku baru (new behavior) di tengah ketidakpastian ekonomi. Serta mau tidak mau, masyarakat diharuskan mulai berdamai dengan Covid-19 ini atau istilah populernya normal baru (new normal). Bahkan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy juga menyebutkan bahwa protokol new normal ini tengah dipersiapkan.

Dalam rangka new normal dalam bentuk new behavior untuk mendukung sustainable economy, masyarakat bisa menerapkan pola yang baik dalam berbelanja berbagai kebutuhan. Maka dari itu penulis merangkum beberapa aspek inti tentang bagaimana membeli kebutuhan atau berbelanja dengan baik di tengah situasi pandemi dengan niat mengajak serta berbagi edukasi untuk bisa bermanfaat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. The new behavior of buying ini mengandung tiga hal pokok, yakni awareness, caring, dan management. Berikut penjelasannya!

1. Awareness

Apakah maksud dari awareness? Awareness dalam bahasa Indonesia berarti kesadaran. Artinya, dalam berbelanja, apalagi di situasi yang sedang tidak aman, masyarakat harus sadar penuh dalam berbagai sisi. Pertama, sadar terhadap diri sendiri. Yakni dengan tidak panik secara berlebihan dalam membeli kebutuhan atau don't panic buying.

Panic buying ini tidak hanya merugikan diri sendiri karena makanan yang dibeli justru tidak benar-benar dibutuhkan dan mubazir, tetapi kepanikan tersebut juga berdampak pada kesehatan mental diri mereka sendiri. Selain itu, betuk aware ini adalah dengan berhati-hati dalam berbelanja dengan tetap menjaga jarak (social and physical distancing) serta menjaga kebersihan barang belanjaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x