Mohon tunggu...
Amiroh Untsal Asad
Amiroh Untsal Asad Mohon Tunggu... Mengeluarkan pikiran dan perasaan yang berkelut dengan menulis.

Selamat datang di dunia pikiran dan perasaan saya yang amburadul.

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan

Apakah Allah Memang Tidak Terlihat? [Edisi Mengaji di Bulan Ramadan]

19 Mei 2020   10:26 Diperbarui: 19 Mei 2020   10:24 24 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah Allah Memang Tidak Terlihat? [Edisi Mengaji di Bulan Ramadan]
cleanpng.com

Pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini sebenarnya adalah pertanyaan paling mendasar tentang ketauhidan. Membahas tentang teologi yang bersifat filosofis dan pastinya sangat krusial bagi kontruksi kepercayaan setiap orang yang beragama. Apalagi pada awal-awal peradaban manusia yang diturunkan ke bumi Allah, pastinya hal ini menjadi pertanyaan pertama yang berlalu lalang di dalam pikiran mereka. 

Contohnya saja kisah Nabi Ibrahim AS yang pada masa dahulu kala mencari-cari kebenaran keberadaan Tuhan dengan mengamati alam semesta raya. Pada awalnya, Nabi Adam AS mencoba mempercayai matahari yang mampu menyinari kehidupan sebagai Tuhan alam semesta, tetapi lho kok ternyata matahari juga terbenam, padahal Tuhan tidak mungkin muncul dan hilang begitu saja. 

Kemudian, Bapak Para Nabi ini juga mulai berpikir tentang bulan, bintang, dan segala dinamika alam semesta ini untuk mencari Tuhan yang benar-benar sempurna tanpa cacat sedikit pun hingga akhirnya sampai pada puncak jawaban seluruh pertanyaannya, yakni menemukan dan meyakini dengan sesungguhnya keberadaan Allah SWT Sang Maha Segalanya.

Nah, bagaimana mungkin Nabi Ibrahim-juga nabi-nabi terdahulu sampai pada kepercayaan kepada Allah yang Esa padahal secara panca indera kita Allah tidak terlihat? Apakah memang Allah yang tidak menampakkan ZatNya atau kita saja yang tidak dapat melihatNya? Bisakah kemudian kita melihat Allah? Bagaimana juga cara merasakan keberadaanNya? Mari kita mengkajinya bersama-sama.

Pertama, kita perlu menguntai benang persoalan tentang wujud Allah yang tidak terlihat oleh panca indera kita dengan pendekatan logika dan filsafat yang sebenarnya jawabannya pun bukan kebenaran mutlak. Namun, bisa dijadikan tambahan pemahaman yang didasarkan pedagogi umum khazanah berpikir manusia yang semoga saja dapat meningkatkan keimanan dan kecintaan kita kepadaNya. Berikut adalah sedikit rangkuman pemikiran mengenai alasan Allah tidak terlihat oleh panca indera kita. Yuk, Check it out!

1. Saking Maha-Nya Allah

Allah sebagai Pencipta dunia dan seisinya, pastinya memiliki kebesaran dan keagungan yang tidak tertandingi. Lha saking Maha-nya Allah ini sampai-sampai kita tidak mampu menjangkaunya. Lha, bagaimana itu? Begini logikanya, Allah itu Maha Besar, lha saking besarnya Allah hingga kita tidak mampu melihatnya. Allah juga Maha Tinggi, saking tingginya Allah sampai-sampai kita juga tidak mampu melihatnya. Bayangkan saja kamu adalah seekor kutu yang hidup di bulu kucing. Kira-kira, bisakah kamu melihat gunung yang berada di luar tubuh kucing tersebut? Atau bisakah kamu melihat benda-benda lain di sekitarnya? Absolutely tidak. Begitulah kira-kira logikanya. Gimana?

2. Manusia Tidak Mampu

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Namun, tetap saja ciptaan tidak akan pernah bahkan sedikit pun menyaingi Penciptanya. Dalam hal ini, manusia yang lemah juga tidak akan sanggup melihat zatNya secara langsung (baca : secara panca indera). Al-Qur'an juga telah menjelaskannya dalam Surah al-A'raf Ayat 143. Dalam ayat tersebut, dijelaskan pertemuan Allah dengan Nabi Musa AS  di sebuah bukit. Nabi Musa AS pada saat itu juga tidak langsung percaya juga dong karena sesuai dengan pertanyaannya, Allah kan tidak terlihat secara kasat mata. 

Kemudian Nabi Musa AS meminta deh ke Allah SWT, "Ya Allah, perlihatkanlah ZatMu kepadaku." Kira-kira, apa jawaban Allah? Allah berfirman, "Kamu lihat gunung itu dahulu. Jika gunungnya tetap dan tidak hancur, maka kau bisa melihatKu. Namun, jika tidak maka tidak. Maka apa yang terjadi? Sontak gunungnya hancur lebur dan Nabi Musa AS pingsan di tempat. Setelah beberapa lama, Allah kembali menyadarkannya dan membuatnya terbangun agar Nabi Musa AS mulai bertafakkur.

Dalam kisah tersebut, Allah memberikan penjelasan yang gamblang mengenai keberadaan ZatNya. Allah tidak bisa menampakkan ZatNya kepada Nabi Musa AS karena Nabi Musa sendiri tidak mampu untuk itu. Lha beliau sebagai seorang Nabi saja tidak kuat, apalagi saya dan kalian sebagai seorang manusia biasa.  Selain itu, Allah juga menyiratkan bahwasannya Allah memanifestasikan keberadaannya lewat alam. Jadi, alam itu ibarat menyinggung, "Ini lho keberadaan Allah!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN