Kotaksuara

Profiling Padil Karsoma-Acep Maman Ungguli Ane-Aming

23 Januari 2018   21:21 Diperbarui: 23 Januari 2018   21:27 1046 0 0
Profiling Padil Karsoma-Acep Maman Ungguli Ane-Aming
koleksi pribadi

Perhelatan pilkada di Purwakarta semakin hari semakin seru dan cukup banyak mendapat perhatian masyarakat. Hal ini terjadi karena bertarungnya dua kekuatan yang sama-sama dipandang memiliki kekuatan dan potensi menang.

Sama-sama berpotensi menang karena  masing-masing calon berasal dari orang-orang yang terlibat dalam pemerintahan sebelumnya. Bedanya, jika Padil Karsoma terlibat langsung karena menjadi Sekda Purwakarta. Sedangkan Ane adalah istri bupati Dedi Mulyadi, sebagai istri sesekali pasti pernah menemani sang suami mengawal pemerintahan. 

Maka wajar dalam menghadapi Pilkada Purwakarta 2018, baik kubu Padil Karsoma-Acep Maman maupun Ane-Aming sama-sama mengklaim diri sebagai penerus pemerintahan sebelumnya. 

Siapa yang diunggulkan? calon siapapun boleh mengklaim sebagai kubu penerus kepemimpinan sebelumnya, tetapi pengalaman secara langsung di lapangan layak dijadikan tolak ukur, apakah Padil atau Ane yang layak diunggulkan. 

Jika sudah pengalaman yang dijadikan ukuran, kubu Padil Karsoma-Acep Maman layak diunggulkan daripada pasangan Ane-Aming. Karena maju menjadi calon bupati semata-mata hanya karena istri petahana tidak menjamin Ane mampu mengurus Purwakarta seperti yang dilakukan suaminya.

Sedangkan Padil Karsoma, berkat pengalamnya yang malang melintang sebagai birokrat, tentu memiliki segudang pengalaman untuk melanjutkan kepemimpinan Dedi Mulyadi. 

Pandangan Pengamat

Bakal ketatnya persaingan dua pasangan di atas, peneliti Stratakindo Research and Consulting, Rachmi Agnestia Maharani, menyatakan diferensiasi antara dua pasangan calon yang bertarung biasanya akan terlihat dari visi misi dan program kerja yang nanti didebatkan.

Dalam kasus dimana ada dua pasangan yang sama-sama mengklaim sebagai pelanjut keberhasilan pemerintahan sebelumnya, bukti keterlibatan dalam program kerja yang berhasil bisa jadi bukti untuk klaim pelanjut itu. Hanya saja, Rachmi menambahkan, klaim pelanjut juga berisiko yakni pada program yang gagal atau tidak berhasil, bebannya akan ditimpakan.

Rachmi menjelaskan, dalam kasus istri bupati dan sekda berhadap-hadapan, sebenarnya yang diuntungkan adalah Sekda. Bagaimanapun dari sisi pengalaman dalam pemerintahan dan mengurus hal ihwal soal kemasyarakatan, sekda jelas lebih berpengalaman.

Rachmi menegaskan pengalaman suami saat bekerja sebagai bupati tidak serta merta bisa diklaim sebagai pengalaman istri, karena itu beda sekali.

Saat diminta membandingkan kekuatan kedua bakal pasangan calon, peneliti pilkada ini menyatakan data yang dimilikinya adalah hasil profiling. Pasangan Padil Karsoma--Acep Maman dari sisi bobot personal, pendidikan, kepemimpinan, pengalaman, jaringan dan kemampuan berkomunikasi jauh lebih baik dari bakal pasangan calon lainnya.

Padil Karsoma adalah birokrat senior yang malang melintang puluhan tahun sebagai PNS atau ASN dan pernah menjabat berbagai jabatan penting termasuk beberapa kepala dinas dan terakhir sekda.

Sementara Acep Mamah adalah politisi dan menduduki posisi puncak sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Purwakarta. Perpaduan birokrat dan politisi ini menurut Rachmi paling ideal.

Melihat profiling dua bakal paslon ini, Rachmi menilai Padil Karsoma -- Acep Maman lebih unggul dari pasangan Ane--Aming. Ane adalah ibu rumah tangga, istri bupati. Sementara Aming pengusaha daerah, bahkan dari sisi pendidikan formal tercatat lulusan kejar paket. Tentu secara kasat mata kalau diperbandingkan jelas beda.