Mohon tunggu...
Aminuddin Malewa
Aminuddin Malewa Mohon Tunggu... Mencoba jelajah budaya dan menelusuri narası

Penikmat narasi

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Sound of Borobudur, Sound of Knowledge

11 Mei 2021   11:41 Diperbarui: 11 Mei 2021   14:47 588 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sound of Borobudur, Sound of Knowledge
Candi BorobudurCandi Borobudur (Photo by Charl Durand from Pexels)

Mengutip dari laman Sound of Borobudur , Candi Borobudur yang dibangun di masa Syailendra sebenarnya adalah mega-perpustakaan dengan sajian ilmu pengetahuan dan nilai yang dituangkan melalui 1460 relief cerita dan 1212 panel relief dekoratif. Relief-relief tersebut mewariskan nilai pengetahuan dan pesan moral dari leluhur kita 13 abad silam. 

Seberapa sadar kita dengan warisan kekayaan tersebut?

Gencarnya promosi Wonderful Indonesia dari pemerintah selama ini merupakan salah satu langkah mengapresiasi kekayaan tersebut dengan mengupayakan terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perspektif industri pariwisata. Borobudur dengan keindahan bentang alamnya merupakan magnit kuat untuk menarik wisatawan dan, dengan logika ekonomi, diharapkan menjadi pemantik diperolehnya dampak positif dari keberadaan candi tersebut bagi masyarakat khususnya warga sekitar Candi Borobudur.

Sound of Borobudur sebagai gagasan kiranya akan membantu kita menemukan jawaban positif terhadap harapan tersebut.

Tapi kalau hanya dibatasi dengan pengkhususan bagi warga sekitar, terlebih manfaat ekonomi, maka klaim bahwa Borobudur adalah refleksi kondisi kehidupan bangsa kita dahulu yang berbentuk mega monumen yang mengandung pengetahuan dan spiritualisme yang menjadi repositori data kehidupan akan sulit mendapatkan pembuktian dalam keseharian kita sebagai bangsa meski Candi Borobudur telah diakui dunia.

Sound of Borobudur hanya akan terasa gema dan manfaatnya di seputaran kawasan candi. Terlebih apabila frasa "sound" dalam tagline Sound of Borobudur hanya dibatasi dalam pemaknaannya sebagai repositori data musik kawasan Asia atau bahkan dunia.

Ketika coba menghubungkannya dengan tujuan ekonomi, selain manfaat langsung perekonomian dari sisi pariwisata, jika sekiranya kita bertanya apa manfaat Candi Borobudur dan pengetahuan yang diceritakan di reliefnya dengan tantangan bisnis global, apa yang bisa kita jawab kalau hanya eksistensi Borobudur berdasarkan kategori lokasi dan alat musik yang dapat kita sebut?

Bagaimana kalau frasa "sound" dalam Sound of Borobudur diperluas pemaknaannya bukan sebatas bunyi sebagai hasil dari sebuah proses mekanistis, tapi menjangkau juga makna dari "voice"?

Kata kunci yang dapat digunakan, memetik dari kutipan laman di atas, adalah perpustakaan, pengetahuan, pesan dan pewarisan. Sekalipun kontek kutipan di awal tulisan di atas adalah tentang musik dan peralatannya, namun seandainya kita memperluas konteks pemaknaannya maka kita punya peluang lebih besar untuk meningkatkan intensitas gaung dari Sound of Borobudur, melintasi batasan dunia musik dan masuk ke dunia-dunia lainnya seperti pendidikan, manajemen dan budaya.

Coba kita lihat dengan kata-kata kunci di atas.

Perpustakaan dan pengetahuan merupakan frase yang dalam praktiknya saling memperkuat. Proses penyimpanan dan transfer pengetahuan sebagian besarnya dilakukan memanfaatkan fasilitas dan keberadaan perpustakaan, seberapa pun besar atau kecilnya ukuran sebuah perpustakaan.

Dalam fungsi pengarsipan atau penyimpanan, perpustakaan mengabadikan pengetahuan dalam ragam media yang tersedia pada jamannya. Pengetahuan yang sifatnya akan dibagi kepada publik akan ditempatkan di perpustakaan dengan media yang juga mudah diakses publik. Pengetahuan yang sifatnya khusus dan aksesnya dibatasi, sebaliknya, akan diperlakukan sesuai karakteristik pemanfatnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN