Mohon tunggu...
Amini Farida
Amini Farida Mohon Tunggu... Guru - Kepala SMP Negeri 10 Kota Madiun

Eyang yang suka menulis berniat semoga bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Kuncup Majalahku

17 Mei 2021   01:16 Diperbarui: 17 Mei 2021   01:23 239
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Membaca buku telah kulakukan sejak duduk di SD,tahun 1973 saat itu buku  atau majalah masih dianggap sesuatu yang masih minim. Saat itu fokus ekonomi keluarga tentu berkutat pada pemenuhan makan sehari-hari. 

Ibuku adalah guru di SDku,sehingga untuk meminjam buku aku dan kawan-kawan  ada sedikit kemudahan,minimal menunjukkan tempat buku.

Idola bacaan saat itu adalah majalah langganan sekolah  majalah Kuncup, jika majalah ini datang bersama koran Karya Darma rasanya ingin menyerbu.

Eiiit penasaran dengan tokoh si Bingu yang menginspirasiku sabar menunggu.Saatnya tiba giliran barulah bisa menikmati kelanjutan tokoh tersebut  yang patuh pada orang tua.

Kebiasaan membaca ini berlanjut menjadi suka menulis,saat kelas 6 SD tulisanku  berjudul"Taat Aturan"dipajang di dinding sekolah.Bapak ibu guru mengapresiasi yang membuatku makin termotivasi.Aku suka menulis apa saja yang kulihat,tentang guruku yang disiplin hadir tepat waktu,guru berpakaian rapi,guruku teladanku.

Hal itu berlanjut di SMP karena sudah ada perpustakaan,sehingga untuk membaca tak lagi menunggu.Buku Ketrampilan Elektronika kubaca dan dipraktikkan  bersama kelompok membuat lampu kerdip serta kudapatkan buku paket buku bahasa Inggris dan  buku sejarah.

Sejarah Islam di Indonesia telah selesai kubaca,waooo ternyata esoknya guruku ibu Retno membahas dengan ekspresif membuatku tertarik belajar. Hingga aku  SMA berkuliah jurusan Bahasa Indonesia sampai mengikuti ujian CPNS dengan modal pilihan ganda dapat kuselesaikan dengan mudah.

Tahun 1988 SK sebagai cpns guru telah kuterima, sekitar 6 bulan berikutnya wajib mengikuti prajabatan  jadilan PNS. Tugaspun bertambah sebagai pembina karya tulis siswa.Kuajak mereka menulis apapun yang siswa rasakan,siswa lihat,siswa pikirkan.Semakin lama mereka tertarik,hingga menjadi kumpulan karya siswa.

Tugasku selanjutnya bukan hanya sebagai guru Bahasa Indonesia saja,ada tambahan wali kelas dan pembina pramuka.Kegiatan tak jauh dari tulis menulis, menyusun laporan, bercerita, berpidato, bermain peran dst. Hingga dipercaya  mendapat tugas sebagai waka Kesiswaan,makin luas mengajarkan bagaimana sebagai siswa sesungguhnya.

Setiap siswa kuajarkan harus sudah  mampu menyampaikan cita-citanya,sehingga dari menulis ia sudah dapat merencanakan yang disesuaikan dengan bakat dan minat anak. Tugas ini menjadikan para siswa makin kompeten terbukti nilai ujian nasional dari rata-rata 6 meningkat menjadi 8.

Selanjutnya ada tawaran mengikuti tes kepala sekolah,siap mencoba ternyata lolos.Aku hanya berniat menebar kebaikan pengalaman mengajar kutuangkan dalam buku.Aku bangga ketika para siswa mau membacanya,tak lagi harus menyuruh mereka tak segan menanyakan bukuku selanjutnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun