Mohon tunggu...
Ambae.exe
Ambae.exe Mohon Tunggu... .

Computer Application, Maintenance and Supplies

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Soal Geopark Maros Pangkep, Gubernur Sulsel Berharap Kesejahteraan Masyarakat Ditingkatkan

3 Agustus 2020   19:32 Diperbarui: 3 Agustus 2020   19:52 3 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Soal Geopark Maros Pangkep, Gubernur Sulsel Berharap Kesejahteraan Masyarakat Ditingkatkan
Nurdin Abdullah (kedua dari kiri) menerima Dedi Irfan (kiri) dan Denny Irawan Saardi (kedua dari kanan) di Rujab Gubernur SulSel (03/08/20). | dokpri

Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan (SulSel), HM Nurdin Abdullah mendukung penuh Geopark Maros Pangkep menuju pariwisata dunia. Diketahui Surat Permohonan telah diajukan ke UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) agar Geopark Maros Pangkep menjadi kandidat Global Geopark UNESCO.

"Geopark Maros Pangkep harus dijaga keasliannya. Begitu juga kearifan lokal di sana, agar kesejahteraan masyarakat ditingkatkan", pinta Gubernur SulSel.

Disampaikan saat menerima General Manager Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan di Rumah Jabatan Gubernur SulSel, Senin (03/08/20). Menurutnya, yang paling penting dari Geopark Maros Pangkep, bagaimana memuliakan alam dan memberdayakan masyarakat, seperti halnya dalam proses pembenahan yang erat kaitannya dengan proses pembangunan.

Meski ke depan akan dilakukan pembangunan infrastruktur berupa sarana maupun prasarana. Namun tidak sampai merusak dan ataupun mengubah fungsi serta keaslian situs budaya tersebut.

"Muliakan alam dengan tidak merusak atau mengubah fungsinya. Kalau mau disayangi alam, kita harus lebih meyanyangi alam itu sendiri, caranya kita jaga dan kita lestarikan", tegas dia yang memang berlatar belakang pendidikan Ilmu Kehutanan.

Lanjut dikatakan Guru Besar Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar itu bahwa pihaknya sangat mendukung Geopark Maros Pangkep untuk menjadi kandidat Global Geopark UNESCO. Karenanya Nurdin Abdullah meminta semua pihak menyokong pengajuan itu, dia juga berterima kasih atas dukungan Kementerian.

Gubernur SulSel (kanan) bahas soal pengusulan Geopark Maros Pangkep menjadi Global Geopark UNESCO (03/08/20). | dokpri
Gubernur SulSel (kanan) bahas soal pengusulan Geopark Maros Pangkep menjadi Global Geopark UNESCO (03/08/20). | dokpri
Seperti disampaikan Denny Irawan Saardi selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Kadisbudpar) Provinsi SulSel bahwa surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia telah terbit dan diajukan ke KNIU (Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO). Sebagai bentuk respon dukungan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi SulSel serta Badan Pengelola Geopark Nasional Maros Pangkep.

"Bapak Gubernur Sulawesi Selatan juga mengirim surat yang menguatkan pengusulan Geopark Nasional Maros Pangkep untuk menjadi UNESCO Global Geopark", ungkapnya yang dikutip dari AMBAE, edisi Minggu (02/08/20).

Terkait itu, Gubernur SulSel menunjukkan dukungannya secara resmi dengan mengirim surat ke Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI). Sementara, Badan Pengelola Geopark Nasional Maros Pangkep mengirim Self Assessment dalam memenuhi syarat untuk melalui tahap Pra Pengusulan.

Di hadapan Gubernur SulSel, Dedi berterima kasih sekaligus mengapresiasi segala bentuk dukungan terhadap pengajuan. Tentu kata dia, menjadi harapan bersama agar Geopark Maros Pangkep diterima menjadi Global Geopark UNESCO.

"Mudah-mudahan tahun depan sudah dilakukan assessment. Kita berharap Geopark Maros Pangkep bisa diterima menjadi Global Geopark UNESCO", tuturnya.

Pihaknya juga akan lebih intens lagi melakukan promosi, sosialisasi serta penyebaran informasi melalui pemanfaatan berbagai media. Untuk diketahui pula bahwa Surat Permohonan untuk menjadikan Geopark Maros Pangkep sebagai Global Geopark UNESCO telah dikirim oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Dalam hal ini diajukan melalui KNIU Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Assessment atau Assessor sendiri dijadwalkan pada Mei 2021 jika pengusulan diterima oleh UNESCO. (AMBAE)


salam #AMBAE

VIDEO PILIHAN