Mohon tunggu...
Amanda Mutoharoh
Amanda Mutoharoh Mohon Tunggu... Astrophille

Mahasiswi Komunikasi loves write,read and just want to share anything, Let's Read!

Selanjutnya

Tutup

Humor

Buat Kamu, Yang di Suruh Nikah Sama Tetangga

4 Desember 2020   21:18 Diperbarui: 4 Desember 2020   21:17 131 2 0 Mohon Tunggu...

Semua berawal Ketika menghadiri acara pernikahan seorang teman SD dengan berlatar belakang pengusaha muda sebutan kerennya enterpreneurs di tambah dapet istri cantik nan jelita. Di sisi lain menghadiri acara pernikahan dengan patner sesama jenis alias jomblowati, belum lagi Ketika di minta sumbangsih untuk acara yang kita sebut Walimatul Urs atau pesta pernikahan. Biasanya sih disuruh ngejaga prasmanan bareng temen yang lainnya, kan terkesan seru kan ya? Tunggu dulu, ternyata kita harus menjadi satu tim dengan ibu-ibu yang tidak henti hentinya sedikit memuji dan mengomentari si pengantin hihi. Enggak , bukan itu permasalahan yang sebenar- benarnya terekam jelas sampai saat ini di otak saya adalah "Kamu kapan nyusul neng?"

Yak! Tentu saja kita lebih baik menjawabnya dengan elegan dan penuh rasa sopan santun, walaupun memutarkan bola mata adalah jawab yang paling tepat sasaran sih. Well, di moment seperti itu lah hal paling menyebalkan muncul sampai membeli di warung samping rumah pun masih selalu ada kalimat persuasif untuk menikah. Hmm , ini bukan advertising loh ya . "Udah gak apa, nikah aja rejeki udah ada yang ngatur kok" kata ibu-ibu yang sedang membeli pempers bayi itu, disusul dengan persetujuan si penjual warung "Iya lho Neng, orang sebentar lagi lulus sarjana kan?" apakah semua ungkapan itu adalah salah? Tentu tidak pernah salah, hanya saja bosan menanggapinya dengan senyum senyum manis tapi sebenarnya pahit alias Cuma bisa bilang "Hehe minta do'a nya aja ya ibu-ibu".

Dengan langkah kaki seperti biasanya aku berjalan menuju rumah, memasuki kamar lalu duduk di meja belajar juga tak lupa memakan snack dari warung tadi sembari memutarkan kursi belajar. Dan menemukan benang merah percakapan tadi adalah "Pernikahan itu memang mendatangkan rejeki, tetapi pernikahan itu membangun peradaban bangsa. Jadi jangan asal-asalan menikah" Oke sip, bungkus. Ya coba bayangin aja, kalo nikahnya di buru-buru tanpa persiapan nanti tetangga di rumah pada repot milih outfit yang cocok sama keluarganya pas mau kondangan bareng terus protes kerupuk sama sambelnya habis.

Di tengah bisingnya isi kepala, yang paling keras berteriak di benak ku adalah perkataan ibu-ibu di warung  tadi. Oh iya, kan masih kuliah belum lulus sarjana pula masa mau langsung nikah? Ya masing-masing sih tapi permasalahan skripsi aja hampir setengah mampus berurusan sama dosen yang tiba-tiba Ghosting terus gimana coba caranya mempertahankan hidup sepasang kekasih yang baru lulusan kuliahan belum lagi punya mimpi masing-masing yang sedang dan mungkin harus di gapai Bersama-sama ya walaupun denger-denger harus ada yang merelakan mimpinya jatuh begitu saja. Hmmmm, berat berat.

 Berbicara "Self concept" apa yang kita ingin, apakah diri kita ini sebetul-betulnya sudah beres? Sebagai perempuan yang punya cita-cita dan bukan hanya mengharapkan menjadi istri orang soleh tetapi ada yang harus di bangun dan mungkin akan membentuk sebuah Gedung, ibarat lagi belajar berjalan untuk  suatu hari kita bisa tetap berjalan dengan sedikit berlari untuk arti sebuah kebahagiaan yang kita miliki. Semua- muanya itu akan bisa terwujud Ketika diri ini menemukan dan mungkin ditemukan oleh seorang pria yang supporting, karena di dalam pernikahan kita harus merasakan desire semakin lama kita dengan seorang pasangan kita juga merasakan Bahagia yang dia bahagikan juga sedihnya pun kita rasakan.

Sekali lagi, emang apa sih yang di kejar? Kok kayak di buru-buru semuanya dari yang harus cepat lulus kuliah, menikah, iya itu terserah semua orang punya "purpose" dalam hidupnya. Tapi biasanya seorang perempuan yang paling di buru-buru untuk ini itu, sama halnya disuruh multitasking kan tidak semuanya bisa. Harus di akui bahwa semua wanita di dunia ini memiliki privillage untuk yang memilih nikah muda menjadi ibu rumah tangga, menjadi wanita karir, membantu suaminya bekerja, dan banyak hal lainnya yang bisa di bilang "Never ending learning process" sadar akan sebuah pilihannya tidak ada paksaan juga merasakan kebahagiaan atas tanggung jawabnya.

Udah ya? Tanya nikahnya kapan- kapan aja hehe

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x