Mohon tunggu...
Amanda Mutoharoh
Amanda Mutoharoh Mohon Tunggu... Astrophille

Mahasiswi Komunikasi loves write,read and just want to share anything, Let's Read!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Menjadi Kutu Buku di Antara Generasi Milenial Merunduk

29 November 2020   18:19 Diperbarui: 29 November 2020   18:26 21 0 0 Mohon Tunggu...

Membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan sehingga hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat inti dari bacaan. 

Membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan suatu pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning). Membaca adalah berpikir. Tidak ada manusia yang hidup tanpa berpikir, karena sebagai makhluk sosial ia selalu menghadapi berbagai masalah yang perlu dipecahkan. 

Dengan kata lain, manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan. Kata orang bijak, hidup memang harus memilih. Proses memilih termasuk kategori berpikir, yaitu upaya mental dan fisik yang dilakukan seseorang untuk mengenali, memahami, dan menyikapi sesuatu yang dihadapinya. 

Ia tidak puas dengan apa yang diberikan alam dan lingkungannya, oleh karena itu ia berusaha untuk memahaminya dan kemudian mencari manfaat dari apa yang dipikirkannya itu. Dalam konteks ini, manusia dikategorikan sebagai makhluk yang berpikir (homo sapiens) ( Farida Rahim, 2005) 

Di Era millenial seperti sekarang  ini sudah banyak terjadi  perubahan baik dalam segi budaya, etika maupun yang lainnya. Berbeda dengan zaman dahulu, saat ini kita di mudahkan dengan berbagai alat elektronik yang memang sangat berkembang pesat guna mengikuti perkembangan zaman yang sudah semestinya. 

Era digital nativ atau yang biasa kita kenal dengan sebutan generasi milenial merupakan era dimana generasinya adalah mereka-mereka yang lahir setelah tahun 1980: Generasi Y (1980-1995) dan Generasi Z (1996-2009). 

Generasi Z sendiri dianggap sebagai sebenar-benarnya generasi internet dimana gnerasi Z ini lahir saat teknologi sudah tersedia, berbeda halnya dengan generasi Y yang masih mengalami transisi teknologi hingga menuju internet.

Secara garis besar, Prensky (2001) membagi pengguna internet kedalam dua kelompok besar yaitu digital native dan gitital immigrants. 

Digital native dapat diartikan sebagai generasi atau orang-orang yang lahir sebelum teknologi ditemukan. Mereka adalah penutur asli teknologi yang mampu menggunakan teknologi sama alaminya dengan bernafas (Tapscott,2013). 

Sementara digital immigrants merupakan generasi atau orang-orang yang lahir setelah teknologi ditemukan. Mereka adalah generasi yang terpesona oleh internet sekaligus mengadopsinya kedalam berbagai aspek (Prensky, 2001).

Pada tahun 2017 Asosiasi Jasa Internet Indonesia (APJI) melkukan sebuah penelitian terhadap pengguna internet di Indonesia, dimana hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa  mayoritas pengguna internet di Indonesia berusia 19-34 tahun yaitu sebanyak 49,52%. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x