Mohon tunggu...
Amanda Mutoharoh
Amanda Mutoharoh Mohon Tunggu... Astrophille

Mahasiswi Komunikasi loves write,read and just want to share anything, Let's Read!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kita Semua Harus Menjadi Feminis

22 Oktober 2020   00:52 Diperbarui: 22 Oktober 2020   01:07 16 3 0 Mohon Tunggu...

Feminis sudah tidak asing di beberapa telinga,terlebih perempuan. Apa arti "feminisme" hari ini? memperjuangkan hak-hak perempuan? menantang keadilan sosial untuk kaum perempuan? agar tidak ada diskriminasi terhadap perempuan kah? Yak! semuanya benar, tapi hari ini suatu pandangan lain memberitahu akan arti Feminisme sendiri, disitu tertulis Feminis adalah seseorang yang percaya pada kesetaraan sosial,politik,dan ekonomi untuk kedua jenis kelamin.  

Perempuan dan lelaki adalah dua insan yang ditakdirkan untuk satu kesatuan yang saling membutuhkan satu sama lain,sama hal nya kita semua adalah makhluk sosial yang saling terkait dan tidak akan pernah merasa puas. seringkali yang menjadi perbincangan manusia di eranya adalah lelaki yang paling utama harus maju, dan semua-muanya dapat dengan mudah di miliki oleh para lelaki. 

Sejak jaman dahulu kesetaraan lelaki dan perempuan memang sangat tidak adil, di jaman jahiliyyah seorang bayi prempuan harus di bunuh karena tidak dapat meneruskan keturunan dan menjadi pemimpin. 

Perspektif itu berubah seiring dengan usaha dan dakwah pada zaman Rasulullah, ialah Khadijah salah satu orang pertama sekaligus istri rasul yang menjadi acuan bagi para perempuan dan menjadi contoh bahwa perempuan pun bisa berdiri dengan kakinya sendiri atas usaha apa yang dia bangun. 

Adapun Aisyah istri Rasul yang sama eloknya dengan kisah cintanya juga sebagai pemberdaya perempuan pada jamannya dan menjadi patokan sampai saat ini,mungkin saja.

Pemikiran atau pandangan tentang kesetaraan gender memang sangat konservatif, bahwa perempuan harus sopan santun lembut dan tidak bisa menjadi apapun yang dia inginkan. ketika seorang anak perempuan selalu di doa kan dengan "semoga mempunyai suami yang sholeh/beriman" tetapi apakah kaum lelaki di lakukan seperti itu juga? 

seakan tujuan hidup perempuan hanyalah sekadar menopang hidup dan bergantung pada suaminya saja tanpa berbuat apapun. sekali lagi doa tersebut baik dan tidak salah, 

maka dari itu perempuan dan lelaki keduanya harus menjadi feminis yang sama-sama percaya pada kesetaraan sosial,politik,ekonomi bahkan budaya. 

tidak memandang rendah satu dengan yang lainnya karena memang masing-masing dari manusia yang di ciptakan adalah kodratnya, terlebih memang seorang perempuan tapi bukan berarti kita sebagai perempuan selalu mengatakan "Ya" padahal ingin "tidak" bukan persoalan mengalah tetapi harus berani mengambil tindakan dan bertanggung jawab atas apa yang di ucapkan, sama seperti kaum lelaki.

Sampai di titik ini, perempuan dan lelaki sekali lagi mempunyai hak yang sama pentingnya untuk apa yang ingin dia perjuangkan dan tidak di halangi oleh apapun.

 Budaya tidak membentuk seorang manusia tetapi budaya yang dibentuk oleh manusia itu sendiri, jadi jika kemanusiaan penuh wanita  bukan budaya kita maka kita bisa membentuk kebudayaan kita dan menjadikannya budaya. dalam artian tidak memandang sebelah mata para wanita yang hanya akan dinilai dari segala aspek yang menurut masyarakat tabu untuk di perjuangkan dan menjadi hak wanita pula. Pada dasarnya kita semua sama, bertujuan untuk mempunyai hidup dan keadilan yang sama di mata Tuhan juga manusia.

VIDEO PILIHAN