Mohon tunggu...
Amanda Zani
Amanda Zani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Body Shaming dan Dampaknya terhadap Perilaku Sosial

13 Oktober 2021   13:19 Diperbarui: 13 Oktober 2021   13:26 578
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Seorang individu manusia pasti melalui beberapa proses perkembangan. Masa remaja menjadi fase yang menarik, karena pada masa ini seorang individu mengalami perubahan secara fisik maupun psikisnya. 

Perubahan yang terjadi pada masa remaja meliputi perubahan cara berpikir, emosi, dan perubahan fisik. Salah satu perubahan yang tampak signifikan adalah perubahan fisik.

Perubahan fisik ini memang sedikit rumit ditambah lagi dengan kondisi remaja yang melakukan hubungan sosial dengan teman sebaya. Faktanya banyak remaja yang tidak menerima seseorang untuk berteman dan tidak sedikit remaja menjadikan fisik sebagai kriteria dalam pertemanan. 

Hal ini dipandang tidak baik karena sering kali dalam pertemanan menyinggung perkara fisik dalam menjalin pertemanan dan banyak dari mereka yang menjadikan fisik sebagai bahan ejekan dan lelucon. Kondisi ini dikenal dengan Body shaming dan secara tidak sadar sering terjadi di antara kita.

Dr. Devie Rahmawati seorang pengamat sosial dan juga Ketua Program Studi Komunikasi UI mengatakan ada beberapa penyebab body shaming, beberapa di antaranya yakni : 

1. Kultur patron klien, yang berarti orang yang berada di atas atau memiliki kekuasaan dan kekayaan yang lebih sehingga dapat melakukan apapun. Seseorang yang melakukan body shaming ini tidak diketahui oleh media, tetapi berita korban tersebar dan merasa tidak nyaman.

2. Patriaki, yaitu ketika perempuan cenderung menjadi objek lelucon daripada laki-laki, karena perempuan memiliki banyak elemen, 

3. Kurangnya pengetahuan body shaming adalah perilaku yang buruk atau salah dan saat ini dapat dipidanakan jika ada laporan dari korban,

4. Post kolonial, merupakan virus di mana seseorang di Indonesia melihat sesuatu yang kebarat-baratan seperti putih, tinggi, hidung mancung adalah sempurna. Sebaliknya, pendek, hitam, dan bertubuh besar itu buruk,

5. Media sosial dan iklan televisi. Melalui media internet atau jejaring sosial lainnya seperti facebook, instagram, dan twitter seseorang dapat memamerkan apa saja yang dia miliki yang terkadang membuat iri orang lain.

Seorang perempuan akan dianggap cantik ketika dia berkulit putih, tinggi, hidung mancung, rambut lurus, bertubuh langsung yang dapat menimbulkan rasa cemburu dan menganggap mereka sempurna. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun