Mohon tunggu...
Amad Made
Amad Made Mohon Tunggu...

Jurnalis dan penulis di bidang perkeretaapian sejak tahun 2006 sampai sekarang. Pemerhati dan pengguna transportasi massal. Hobi jalan-jalan, hunting foto kereta api dan situs bersejarah. Tinggal di Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Sensasi Pertama Naik LRT Jakarta

30 Agustus 2018   11:37 Diperbarui: 30 Agustus 2018   13:11 0 8 3 Mohon Tunggu...
Sensasi Pertama Naik LRT Jakarta
LRT Jakarta tiba di Stasiun Velodrome. (Dok. Amad)

Meskipun baru akhir tahun ini akan beroperasi secara komersial, namun saat ini LRT Jakarta sudah mulai wira-wiri dari Kelapa Gading menuju Velodrome untuk fase uji operasi. Penumpang yang boleh ikut pun masih kalangan terbatas saja. Beruntung, saya pun berkesempatan ikut serta menikmati LRT Jakarta pertama kali.

Di wilayah DKI Jakarta, ada 2 proyek pembangunan LRT (light rail transit) yaitu LRT Jakarta yang dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo dan LRT Jabodebek Kementerian Perhubungan. Kedua proyek tersebut, yang ditargetkan selesai terlebih dahulu yaitu LRT Jakarta. 

Progres pembangunan LRT Jakarta saat ini sudah mencapai 87%. Sarana kereta LRT nya pun sudah tiba dan langsung dilakukan pengetesan dan pengujian serta sertifikasi oleh Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Perekrutan SDM yang akan bertugas mengoperasikan LRT, memelihara LRT termasuk prasarana jalur LRT dan fasilitas operasi, pelayanan dan unit lain juga telah dilakukan.

Direktur Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono. (Dok. amad)
Direktur Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono. (Dok. amad)
"Progres konstruksi sudah 87%. Atap stasiun sudah, lantai juga sudah, sekarang tinggal pekerjaan finishing seperti pemasangan lampu, sanitary, AC, loket, mesin tiket, e-gate, eskalator, lift dan lainnya. Yang besar-besar sudah siap. WIKA selaku kontraktor menargetkan November 2018 selesai. 

Untuk Dipo, Desember 2018 atau paling lambat Maret 2019," jelas Allan Tandiono, Direktur Utama PT LRT Jakarta kepada penulis dan jurnalis yang ikut dalam uji operasi.

Allan menjelaskan lebih detail, bahwasanya Depo LRT Jakarta di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading Jakarta Utara itu bisa menyimpan 196 kereta (cars). Struktur bangunan Depo dari konstruksi beton karena lantai pertama untuk bengkel, lantai kedua penyimpanan kereta, dan lantai atasnya lagi untuk stasiun.

"Kita siapkan juga pondasi untuk nantinya kalau akan ada pengembangan untuk Rusun dan pasar. Tanahnya 12 hektar namun 2 hektar berada di area bawah jaringan Sutet, jadi dengan area pembangunan hanya 10 hektar," imbuh Allan.

Gambaran Umum

LRT Jakarta fase 1 dibangun elevated (layang) dari Kelapa Gading sampai dengan Velodrome yang membentang sepanjang + 5,8 km di atas Jalan Pegangsaan Dua, Jalan Kelapa Nias, Jalan Kelapa Gading Boulevard, Jalan Kayu Putih Raya hingga Jalan Balap Sepeda. Ada 6 stasiun yang terdiri Stasiun Velodrome, Stasiun Equestrian, Stasiun Pulomas, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Boulevard Utara dan Stasiun Pegangsaan Dua serta 1 Depo Pegangsaan Dua.

Namun pada uji operasi yang berlangsung sejak tanggal 15 Agustus 2018-14 September 2018, LRT tidak berhenti di setiap stasiun. Pada Stasiun Equestrian, Stasiun Pulomas, dan Stasiun Boulevard Selatan, kereta LRT berjalan langsung. 

Penumpang yang ikut pun hanya dari kalangan terbatas, belum untuk umum. Sabar ya, karena saat ini masih dalam tahap pengujian untuk memastikan sistem berjalan dengan baik, sinkron dan safety

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3