Mohon tunggu...
Alya Kania
Alya Kania Mohon Tunggu... Jurnalis - is typing...

typing typing typing

Selanjutnya

Tutup

Politik

Terima Kasih Pak Surya Paloh

4 Oktober 2022   12:33 Diperbarui: 4 Oktober 2022   12:38 481 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Awalnya banyak orang meragukan Ganjar Pranowo bisa maju dalam pertarungan Pilpres 2024. Meski elektabilitas dan popularitas tinggi, namun Ganjar dijegal oleh partainya sendiri. Partai banteng moncong putih ngotot mencalonkan Puan Maharani. Dan menjadikan Ganjar bak anak tiri.

Tapi sepertinya PDIP kini harus mulai resah hati. Peta politik berubah dalam sepersekian detik. Pelukan hangat Surya Paloh ke Puan Maharani saat ia safari politik tak ada arti. Alih-alih gabung koalisi dan memuluskan langkah Puan, Nasdem justru putar palak dukung Anies Baswedan.

Keputusan Nasdem ini tentu pukulan telak bagi PDIP. Sebab, salah satu skenario yang disusun PDIP adalah menjegal Anies maju dalam pertarungan. PDIP pasti menghitung, kekuatan Anies jika ditarungkan melawan Puan. Bukan lawan seimbang.

Anies adalah lawan terberat bagi Puan. Survey membuktikan, elektabilitas dan popularitas Anies jauh lebih tinggi dibanding putri Megawati ini. Indikator Politik merilis, dalam simulasi 10 nama capres, Anies menduduki ranking ketiga dengan perolehan 18,2 persen. Sementara Puan hanya 3,2 persen saja.

Kalau pilpres hanya diikuti dua pasangan calon, yakni Anies vs Puan, maka sudah bisa dipastikan Puan akan kalah telak. Pun jika pilpres diikuti tiga pasangan calon dengan Prabowo ikut kontestasi, maka bisa jadi Puan tak lolos putaran kedua.

Cita-cita PDIP hattrick menang Pemilu 2024 kalau calonnya Puan ya sepertinya hanya jadi angan belaka. Tapi, itu bisa terwujud jika PDIP melupakan Puan dan mengusung Ganjar Pranowo sebagai kandidatnya.

Ganjar adalah kartu Joker dalam permainan politik PDIP. Jika ingin menang, maka Ganjar adalah pilihan. Anies vs Ganjar adalah lawan seimbang. Dengan popularitas dan elektabilitas keduanya yang saling berkejaran, ditambah mesin partai PDIP yang kuat. Maka hattrick PDIP menang bisa diwujudkan.

Pertanyaannya, apakah PDIP akan mengambil satu-satunya peluang itu? Atau mereka tetap ngeyel mencalonkan Puan seperti yang sekarang dipertontonkan?

Saya kira semua jawabannya ada di tangan ibu Mega. Sebagai politisi senior, Megawati tentu punya penilaian tersendiri. Kalau kemarin ia seolah mendorong Puan nyapres, itu karena belum ada lawan yang muncul. Ia kira, Nasdem akan tetap berada dalam koalisi dan lawannya hanya Prabowo, yang mungkin secara hitung-hitungan akan mudah dikalahkan.

Tapi kali ini beda, lawannya di luar perkiraan. Megawati juga pasti paham, kalau kondisinya begini, anak kesayangannya belum bisa menyaingi Anies Baswedan.

Sebagai ketua umum partai penguasa, Megawati pasti tak ingin kalah dengan mudah. Ia akan melakukan segala cara, demi mengamankan suara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan