Mohon tunggu...
AL Wijaya
AL Wijaya Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis "Target Pertama", "As You Know", "Kembali ke Awal"

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Batas (Epilog)

5 Juni 2019   09:31 Diperbarui: 5 Juni 2019   09:31 54
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

Kereta mulai berjalan. Perlahan-lahan, ia meninggalkan stasiun. Ari melihat jalanan Artapuri yang juga masih sepi. Sampai ia melihat lintasan kereta tanpa palang. Ada banyak kendaraan yang berhenti di sana, menunggu kereta lewat.

Akhirnya, mimpi Ari untuk keluar dari kota ini terwujud. Meski dengan segala banyak kekurangannya, namun Ari bersyukur dapat hidup di kota ini. Banyak pelajaran yang dapat ia ambil. Tentunya itu akan membuat Ari berpikir lebih dewasa lagi.

Sekali lagi Ari menghela nafas. Ia lega. Semuanya sudah berlalu. Ari mengikhlaskan semua hal yang terjadi di Artapuri. Kemarin adalah kemarin. Hari ini adalah pijakan yang menentukan mau dibawa kemana masa depan kita.

Laju kereta kian cepat. Ia melewati perbatasan kota Artapuri. Di sisi kiri, Ari melihat papan penanda jalan.

Anda keluar dari wilayah Artapuri.

Selamat Jalan.

Senyum Ari mengembang. Bersamaan dengan itu, suara musik terdengar melalui speaker kereta. Sebuah lagu dimainkan. Iramanya membuat hati Ari semakin tenang.

"Ku menempuh sedalam lautan

Ku mencari arti kehidupan

Mendaki gunung kekecewaan

Melelahkan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun