Mohon tunggu...
Alvi Yatun
Alvi Yatun Mohon Tunggu... Saya adalah seorang tenaga kesehatan tepatnya di bidang laboratorium kesehatan. Lebih dikenal dengan profesi ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya bertugas di Puskesmas Kretek kabupaten Bantul. Puisi adalah tempat saya mencurahkan isi hati saat melihat suatu hal yang menggelitik pikiran ataupun saat mengalami kegalauan dan kebahagiaan hati. Dengan membuat sebuah karya dalam bentuk tertulis berharap bisa menginspirasi dan menebar manfaat ke semua orang.

Nama : Alviyatun Tempat, tanggal lahir : Bantul, 10 Januari 1974 Tempat tinggal : Jetis RT.02 Tirtomulyo, Kretek,Bantul, Yogyakarta Status pernikahan : Menikah (1993) Suami : Wahdiyana Anak : 3 Anak 1 : Silviana Wulandari (1995) Anak 2 : Nafila Hana Rosyidawati (2000) Anak 3 : Ahmad Nur Fauzan (2005) Orangtua : Ayah Sagiya, Ibu Rukidah Nenek : Kardi Wiyana /Tiyem Hobi : Membaca Qur'an, Novel, Menulis puisi , menyanyi/karaoke Blog : https://alviyatunyudi.blogspot.com/ Pesan : Proses belajar berjalan sepanjang hayat, proses sabar dan ikhlas menerima dan menjalani segala ketentuan Allah dengan ikkhtiyar yang optimal

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Wanita Kasepuhan dan Pemoles Bibir Sakti

18 Oktober 2020   10:14 Diperbarui: 18 Oktober 2020   10:24 44 17 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Wanita Kasepuhan dan Pemoles Bibir Sakti
dee-WordPress.com

Penampilanmu sederhana
Perempuan desa, berkain kebaya dan bersinjang kawung Jawa
Bedak tipis yang hampir tak kentara, tertelan bibir merah menua
Bibir merah tanpa gincu, nampak merona mengulum senyum senja


Pagi, cukup segelas teh hitam menghangatkan
Bercengkrama dengan sebiji gambir, daun sirih dan sedikit kapur putih,
Sarapan pagi tradisional wanita kasepuhan pedesaan
Berhias mbako susur di antara dua bibir merona,
menambah sempurna kenikmatan kunyah sirihnya

Wanita kasepuhan, yang anggun dan berluhur budi
Berbekal pinang, sirih, dan kapur ke mana pergi
Menawarkan bekal untuk menjalin silaturahmi,
Bukan makan atau minum tapi seikat kinang sebagai teman obrolan nanti
Dan sekedar sarana relaksasi

Tak peduli gigi memerah bahkan menghitam
Kenikmatan ini tak terganti
Tak perduli orang lain risih dengan dubang mendarah
Nyatanya ia pemuas rasa tiada dua  

Wanita kasepuhan yang klasik, kinipun jarang ditemui
Tergerus dan tergeser laju kembang zaman ilusi
Tradisi mengunyah sirih pun enggan diikuti
Cukuplah gincu merah sebagai pemoles bibir sakti
Serta kuaci pengganti saat relaksasi  

Karya : Alviyatun

Buat : Simbah yang masih asyik dengan kinangnya, semoga sehat dan bahagia

mbako susur : tembakau yang digulung jadi bulatan untuk mengakhiri nginang

dubang : hasil kunyahan kinang yang bercampur dengan air liur berwarna merah

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x