Mohon tunggu...
Alvin Cahyo
Alvin Cahyo Mohon Tunggu... Alvin Putra Dwi Cahyo, Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 2019

Hai, Kenalkan Saya Alvin Putra Dwi Cahyo. Kelahiran Sidoarjo pada tahun 1999. saya bergabung di kompasiana untuk menulis berita & mencari berita sesuai hasil dengan wawancara saya dengan Komunikator.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Media Sosial Menjadi Peran Utama dalam Media Pemasaran dan Branding Produk di Era Covid-19

14 Januari 2021   08:25 Diperbarui: 14 Januari 2021   08:49 91 0 0 Mohon Tunggu...

Pandemi virus corona telah mengubah pola kehidupan masyarakat di berbagai bidang, termasuk perekonomian dan bisnis, sosial, politik, pendidikan dan teknologi. Di tengah pandemi saat ini, pelaku usaha baik kecil, menengah dan besar harus berpikir keras dalam menjalankan usahanya. Pemanfaatan teknologi yang dibarengi dengan pemasaran dan branding bisnis produk melalui media sosial menjadi solusinya. Tak sedikit pelaku usaha memanfaatkan media sosial Instagram, Whatsapp, dan banyak aplikasi lain-nya untuk menjual produknya itu, akan tetapi banyak juga persoalan yang dihadapi dalam pemanfaatan jejaring tersebut.

Pandemi Covid 19 membuat semua pekerja terpaksa untuk melakukan segala kepentingan kantornya di rumah saja.Banyak pula yang di berhentikan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Sehingga banyak orang memutar otak cara berjualan untuk menyambung hidup. Dari mulai berjualan makanan, pakaian ataupun masker kain yang sangat di butuhkan saat ini. Pandemi ini membuat semua nya serba sulit. Beruntunglah kita hidup di dunia serba maju. Salah satu penolong kita adalah internet. 

Untungnya, teknologi internet menjadi penolong utama dalam pemasaran produk. Salah satunya ialah dengan kehadiran media sosial. Media sosial selain tidak mementingkan kehadiran fisik untuk penjualannya, kini penggunaan media sosial sedang berada di puncaknya. Baik untuk networking, berjualan, perdagangan, dan lain lain. Maka dari itu, kesempatan ini perlu kita manfaatkan secara bijak, baik untuk tujuan personal maupun bisnis anda. 

Media sosial merupakan kanal daring yang akan memberikan tempat bagi kelompok atau individu untuk berkomunikasi, berbagi konten, dan berkolaborasi secara digital. Media sosial biasanya ditujukan untuk membuka forum, microblogging, sosial networking dan lain sebagainya. Mayoritas orang menggunakan sosial media untuk kebutuhan personal seperti berkomunikasi dengan teman dan keluarga, sebagian lain menggunakan media ini untuk berinteraksi dengan komunitas tertentu. Hingga saat ini, penggunaan media social terus berkembang dan bertambah pesat, terutama semenjak adanya serangan wabah covid -19 sejak awal tahun 2020.

Instagram secara sederhana dapat didefinisikan sebagai aplikasi mobile berbasis iOS, Android dan Windows Phone dimana pengguna dapat membidik, meng-edit dan mem-posting foto atau video ke halaman utama Instagram dan jejaring sosial lainnya. Foto atau video yang dibagikan nantinya akan terpampang di feed pengguna lain yang menjadi follower Anda. Sistem pertemanan di Instagram menggunakan istilah dalam penggunaannya following dan follower. Following berarti Anda mengikuti pengguna, sedangkan follower berarti pengguna lain yang mengikuti Anda. Selanjutnya setiap pengguna dapat berinteraksi dengan cara memberikan komentar dan memberikan respon suka terhadap foto yang dibagikan.

Instagram Marketing adalah melakukan aktivitas marketing menggunakan semua fasilitas yang disediakan oleh Instagram dengan tujuan meningkatkan penjualan (sales) dan menjalin komunikasi yang lebih langgeng dengan pelanggan (customer relationship). Konsep instagram marketing menurut Imran (2009) adalah menambahkan bahwa kepercayaan adalah hal yang penting dalam melakukan penawaran, melalui Instagram orang dapat membangun kepercayaan dengan menyampaikan pesan berupa informasi-informasi. Awalnya, Instagram digunakan untuk mengunggah hasil fotografi penggunanya. 

Hingga saat ini, Instagram memiliki kegunaan lebih dari sekadar mengunggah foto. Instagram kini digunakan sebagai medium pemasaran atau yang dikenal dengan Instagram marketing. Bagi mereka yang akrab dengan media sosial mengecek akun Instagram adalah kegiatan yang pasti dilakukan setiap harinya. Tidak hanya foto, banyak informasi yang bisa didapatkan dari media sosial ini. Instagram kini telah menjadi wadah bertukar informasi yang sangat penting keberadaannya. Instagram dapat memuat konten berupa foto dan video yang dilengkapi dengan caption. Dengan pilihan mem-posting di Feed, Instagram Story, ataupun IGTV, ada banyak tipe konten yang bisa dieksplor.

Dampak pandemi virus corona (Covid-19) sangat terasa di dunia bisnis dan ekonomi. Dalam waktu yang cukup singkat pola pemasaran pun berubah terlebih Ketika diberlakukan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemasar harus putar otak untuk bisa memasarkan produk atau jasa mereka ke konsumen, sebagai strategi brand bertahan di tengah pandemi virus corona. Para pelaku bisnis mengoptimalkan pemasaran online dan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumennya. dampak dari bencana wabah virus corona memukul banyak sektor bisnis di Indonesia. 

Beberapa sektor bisnis yang berpotensi mengalami penurunan penjualan ialah bengkel, restoran, salon, spa, properti, tour & travel, hotel, transportasi, penerbangan, mal, fashion, dan beberapa sektor bisnis lainnya. 

Ada beberapa sektor bisnis yang berpotensi stabil dan mengalami kenaikan seperti produk kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi, e-commerce, minimarket, toko sembako, apotek, toko jamu, provider internet, jasa penyedia video conference, aplikasi belajar dari rumah, dan lainnya. Untuk tetap dapat bertahan di tengah pandemi ini, para pelaku brand harus bisa menyiasatinya. Mulai dari fokus ke pemasaran digital melalui website yang dijadikan e-commerce, social media, search engine, penjualan melalui marketplace, dan membentuk tim reseller untuk menjual produknya.

Dalam penulisan ini, saya akan membagikan beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk perkembangan marketing anda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN